Alasan Utama Orang Indonesia Lebih Suka Laptop

Alasan Utama Orang Indonesia Lebih Suka Laptop

Masyarakat Indonesia tampaknya lebih memilih laptop untuk menopang aktivitas pendidikan maupun kerja. Pasalnya, masyarakat urban saat ini memiliki mobilit

Masyarakat Indonesia tampaknya lebih memilih laptop untuk menopang aktivitas pendidikan maupun kerja. Pasalnya, masyarakat urban saat ini memiliki mobilitas yang tinggi dan laptop dirasa lebih mudah dibawa ke mana pun. Pada 2017, survei oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo menunjukkan bahwa sekitar 21,36 persen masyarakat Indonesia memiliki laptop. Survei tersebut dilakukan dengan menggunakan data responden sebanyak 2.121 orang dari latar pendidikan dan usia yang berbeda-beda. Mereka yang memiliki laptop paling besar berasal dari wilayah urban seperti di pulau Jawa dengan persentase sekitar 26,28 persen. Tak kalah menarik, para pengguna laptop tersebut juga berasal dari masyarakat usia produktif yang memiliki pendidikan setara universitas atau pekerja dengan mobilitas tinggi. Frekuensi penggunaannya antara 1-3 jam per hari. Memang, laptop dirancang ringkas dan ringan agar bisa masuk tas sehingga orang dapat tetap melakukan aktivitas kerja kapan pun. Fungsinya berbeda dengan komputer desktop yang mobilitasnya lebih terbatas. Fleksibilitas dan mobilitas itulah yang tampaknya membuat penjualan laptop lebih laris. Namun, tren ini sepertinya sudah menjadi fenomena global. Lembaga Riset Trand Force mencatat, pengiriman laptop pada kuartal III tahun 2017 naik sebesar 6,8 persen sedangkan kenaikan dari tahun ke tahun mencapai 0,9 persen, dengan total pengiriman 42,69 juta unit. Hal tersebut tentu menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan masyarakat akan gadget semakin meningkat, termasuk laptop. Pembelian pun tidak melulu mengharuskan yang baru. Apalagi, laptop itu semakin canggih pasti makin mahal harganya. Namun sebenarnya, laptop yang harganya disesuaikan dengan budget bisa diperoleh dengan membeli secara lelang melalui balai lelang. Harganya sendiri terbilang sangat ramah di kantong. Di IBID-Balai Lelang Serasi, yang bernaung di bawah PT Serasi Autoraya (SERA) dan merupakan perusahaan Astra misalnya, laptop bisa ditawarkan dengan harga tawaran lelang pertama Rp 1,7 juta. Bahkan perangkat sejenis kelas mutakhir bisa ditawarkan dengan harga lelang pembuka Rp 2,5 juta. Untuk yang ingin membeli gadget laptop, tablet, ataupun komputer meja, kami di IBID mempersilakan siapa pun untuk ikut dalam proses lelang dan mengajukan penawaran dengan syarat mudah dan murah, antara lain membayar Rp 100.000 saja untuk mendapatkan Nomor Peserta Lelang (NPL) atas satu unit gadget dalam lelang. Jika peserta lelang tidak mendapatkan barang yang mereka tawar, maka uang Rp 100.000 tersebut akan dikembalikan. Dengan kemudahan dan harga yang kompetitif ini, semoga masyarakat yang membutuhkan laptop dapat semakin dimudahkan.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag

© Copyright PT Serasi Autoraya 2026