Tak Bisa Dihindari, Moda Transportasi Kini Jadi Kebutuhan Vital

Siang itu, Aldi sedang berdiri di pinggir jalan. Beberapa kali, dia melihat layar ponsel pintarnya untuk mengetahui posisi kendaraan yang dipesan melalui apl
Siang
itu, Aldi sedang berdiri di pinggir jalan. Beberapa kali, dia melihat layar
ponsel pintarnya untuk mengetahui posisi kendaraan yang dipesan melalui
aplikasi online, apakah sudah sampai atau belum.
Maklum, saat itu dia ada janji bertemu dengan klien di sebuah resto. Aldi yang
berprofesi sebagai sales marketing di perusahaan swasta itu memutuskan memakai
moda trasportasi online karena mudah didapat dan fleksibel.
Kisah Aldi tersebut bisa jadi gambaran tren dunia, termasuk di Indonesia khususnya
di kota-kota besar. Kemajuan teknologi telah mengubah cara manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidup, termasuk mendapatkan moda transportasi.
Terlebih lagi, kebutuhan transportasi merupakan hal yang penting bagi manusia
dalam menunjang aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, sekolah, atau
berbelanja. Tak cuma kegiatan yang bersifat rutinitas, aktivitas yang bersifat
traveling atau liburan pun membutuhkan sarana transportasi.
Maka dari itu, jangan heran bila pertumbuhan kendaraan selalu meningkat tiap
tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah kendaraaan
transportasi darat selama periode 2011-2015 rata-rata naik sebesar
9,13 persen per tahun.
Sebagai contoh, pada 2015 BPS mencatat ada 121 juta lebih kendaraan di republik
ini. Dengan rincian mobil penumpang sebanyak 13,4 juta, bus 2,4 juta, mobil
barang atau truk 6,6 juta, dan sepeda motor 98,8 juta.
Adapun pada 2014 jumlah kendaraan di Indonesia sebanyak 114 juta unit. Terdiri
dari mobil penumpang sebanyak 12,5 juta, bus 2,3 juta, mobil barang atau truk
6,2 juta, dan sepeda motor 92,9 juta.
Nah, munculnya layanan transportasi berbasis aplikasi online memberikan warna
baru dalam moda transportasi umum. Terlebih lagi, bagi mereka yang tidak punya
kendaraan pribadi, layanan tersebut menjadi pilihan di samping menggunakan
angkutan umum, seperti taksi, bus umum, atau angkot.
Solusi transportasi aman
Lalu, dari sekian banyak pilihan, moda transportasi darat manakah yang paling
aman dan nyaman? Mengingat angka kecelakaan juga selalu meningkat setiap tahun.
Merujuk data Korlantas Polri, tren kecelakaan lalu lintas secara nasional
setiap tahun terus meningkat. Pada 2016 tercatat ada 105.374 kecelakaan, naik
dibandingkan tahun sebelumnya 98,970 kasus, dan pada 2014 sebanyak 95.906
kejadian.
Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan atau Jarak Aman Edo Rusyanto
menyatakan, ada beberapa faktor yang membuat angka kecelakaan terus meningkat.
Salah satunya adalah peningkatan populasi kendaraan bermotor.
“Selain itu, juga karena faktor perilaku pengguna jalan yang kurang
memprioritaskan keselamatan berkendara,” seperti dimuat Kompas.com,
Rabu(25/1/2017).
Tak hanya itu, kondisi kendaraan juga bisa menjadi penyebab kecelakaan.
Faktanya, ada beberapa kecelakaan terjadi karena sistem rem pada kendaraan
tidak berfungsi dengan baik.
Oleh karena itu, untuk meminimalkan terjadi kecelakaan usahakan Anda
memilih kendaraan yang layak jalan dengan dukungan pengemudi andal dan
profesional.
Kalau Anda masih kurang yakin dengan kualitas armada dan pengemudi transportasi
konvensional serta online maka alternatif menyewa kendaraan bisa jadi
pilihan. Apalagi saat ini, sudah ada jasa penyewaan yang menawarkan
beberapa paket sewa kendaraan menarik.
Pastikan saja Anda menyewa di tempat yang memiliki reputasi bagus dan mempunyai
kendaraan yang masih berumur di kisaran satu sampai empat tahun.
Reputasi baik setidaknya memberikan gambaran kualitas layanan yang akan Anda
dapatkan. Sementara itu, umur kendaraan yang masih muda setidaknya meminimalkan
risiko gangguan kendaraan dalam perjalanan.
Dengan begitu, Anda bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



