Harga Beras Naik gara-gara Truk Rusak, Butuh Jasa Logistik Kompeten

Beras merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia sehingga permintaannya di pasar terus bergulir. Hal ini secara bersamaan juga menyedot fokus pemeri
Beras merupakan kebutuhan sehari-hari
masyarakat Indonesia sehingga permintaannya di pasar terus bergulir. Hal ini
secara bersamaan juga menyedot fokus pemerintah mengingat ketika pasokan
bermasalah karena persoalan jasa
logistik, harga pun akan melonjak.
Awal tahun 2017 ini, pasokan harga sempat
bermasalah setelah pengurangan pengiriman terjadi pada beras untuk Pasar Induk
Cipinang di Jakarta. Penyebabnya sendiri tidak lain adalah kenaikan biaya
angkut.
Hamid Aminudin, pemilik Usaha Dagang Putra
Harapan, Brangsong, Kabupaten Kendal, mengatakan kepada Kompas, Jumat
(24/2/2017) dalam "Biaya Logistik di Jawa Tengah Melonjak", biaya
tersebut meningkat karena kerusakan jalan di jalur pantai utara Jawa Tengah.
Kenaikan biaya angkut kemudian membuat
Hamid mengurangi pengiriman beras ke Pasar Induk Cipinang di Jakarta.
”Pengurangan pengiriman bisa sampai 50
persen mengingat risiko kerusakan truk di jalan. Kalau truk sampai patah as
atau per di jalan, bisa sampai menginap semalam. Risiko beras rusak jadi
tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah
Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Jawa Tengah Chandra Budiwan, dalam artikel
yang sama, Kamis (23/2/2017), di Semarang, berujar, kerusakan jalan mendongkrak
biaya pergantian suku cadang hingga 30 persen. Komponen yang paling sering
diganti adalah suspensi dan ban.
”Jalan rusak tidak hanya mempercepat
kerusakan komponen truk, tetapi juga memperlambat waktu tempuh perjalanan,” ujar
Chandra.
Truk
tua
Tidak bisa ditampik, usia kendaraan angkut
yang beredar di Indonesia banyak yang berusia tua. Oleh karena itu, kerusakan
rentan terjadi dan tentu memakan biaya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri
membatasi umur truk dan bus hingga 10 tahun melalui Perda DKI Jakarta Nomor 5
Tahun 2014 tentang Transportasi. Namun, hal tersebut dikeluhkan Asosiasi
Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) yang menginginkan usia pakai truk hingga 20
tahun.
"Padahal umur 10 tahun itu belum tentu
jadi patokan truk itu sudah harus diganti," kata Ketua Umum DPP Aptrindo,
Gemilang Tarigan, Kamis (3/3/2016), seperti dikutip Kontan.com dalam
"Pengusaha Desak Revisi Perda Pembatasan Usia Truk".
Dilema pada akhirnya mengemuka, antara
sebaiknya tetap mengejar selisih dengan truk yang kurang layak atau keluar
biaya untuk membeli truk baru.
Di luar pilihan itu, biaya pembelian
kendaraan atau perawatan bisa dihapus karena bagaimanapun pengusaha bisa
menyewa jasa profesional, seperti SELOG, anak perusahaan Serasi Autoraya (SERA) yang menawarkan
layanan jasa logistikdengan jaminan keamanan, tepat waktu, dan barang
yang tanpa cacat.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



