Kapal-Kapal Raksasa Berlabuh, Jasa Logistik via Tanjung Priok Siap Saingi Singapura

Kapal-Kapal Raksasa Berlabuh, Jasa Logistik via Tanjung Priok Siap Saingi Singapura

Kapal besar sepanjang 334 meter dengan nama panggilan "Otello" merapat dan melakukan kegiatan jasa logistik bongkar muat peti kemas di Jakarta International C

Kapal besar sepanjang 334 meter dengan nama panggilan "Otello" merapat dan melakukan kegiatan jasa logistik bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (23/4/2017). Ini merupakan satu dari sekian kapal kelas besar yang bersandar di Indonesia di bawah bendera perusahaan pelayaran Perancis, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM). Sebelumnya, dua kapal berukuran besar lainnya juga berlabuh, yakni CMA CGM Titus dan Tancredi, seperti dikutip Kompas.com dalam "JICT Makin Siap Layani Kapal-kapal Besar", Selasa (25/4/2017). "Kapal-kapal CMA-CGM ini dilayani dengan kecepatan dan produktivitas yang sangat andal. Mereka yang terbesar sepanjang sejarah Priok berdiri," ujar Direktur Utama JICT, Gunta Prabawa, dalam keterangannya, Selasa. Kapal CMA-CGM Otello sendiri berkapasitas 8.238 TEUs. Selama ini, kapal paling besar yang sandar di pelabuhan di utara Jakarta ini hanya 3.000 TEUs. Dalam dan murah Gunta mengatakan, selepas kedatangan kapal besar itu, CMA-CGM sepakat menjalin kerja sama dengan PT JICT dengan membuka layanan baru bernama Java South East Asia Express Services/Java SEA Express Services/JAX Services. "Servis dengan jadwal satu kali setiap minggu ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (Los Angeles dan Oakland) Amerika Serikat. Layanan perdana JAX Services dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus," ujar Gunta. Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) Elvyn G Masassya menunjukkan manfaat peran Tanjung Priok sebagai hub-internasional jasa logistik. Dengan adanya konsolidasi kargo di Tanjung Priok, maka kegiatan ekspor dari berbagai daerah tidak perlu melalui Singapura. Selama ini, konsolidasi kargo kegiatan ekspor dari berbagai daerah Indonesia dilakukan di Singapura, seperti dikatakannya pada Kompas dalam "Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Hub Internasional, Biaya Logistik Akan Turun", Senin (30/1/2017) "Setelah kita simulasikan, rata-rata bisa lebih murah Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta via Tanjung Priok. Poinnya kan adalah yang penting cost logistic turun, ada kargo konsolidasi sehingga kapal besar bisa masuk," ujarnya terkait urusan jasa logistik. Tanjung Priok memang kemudian memungkinkan masuknya kapal sebesar Otello setelah proses pendalaman atau pengerukan dilakukan di dermaga JICT milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II. Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan Pelindo II Riry Syeried Jetta menuturkan, sebelumnya kedalaman dermaga JICT berkisar minus 12-13 meter. Proses pengerukan sudah dilakukan, dan kedalaman diperkirakan sekitar 13-14 meter, seperti dikutip Kompas.com dalam "Jadi 'Transhipment Port', Dermaga JICT Terus Dikeruk". "Kami targetkan kedalaman dermaga 16 meter pada Agustus nanti," ujar Riry pada Minggu (23/4/2017). Efisiensi biaya jasa logistik dan bukti masuknya tiga kapal besar Perancis ini membuat Indonesia dipandang kuat di mata internasional. Ini pula yang menjadi kunci kemudahan bagi jasa-jasa logistik dalam negeri, apalagi seperti SELOG yang sudah berpengalaman. Masuknya kapal-kapal besar tersebut menjadi akses yang luas dalam hal perdagangan internasional, yang seiring dengannya akan mendapat jaminan  dari SELOG, yang bernaung di bawah Serasi Autoraya (SERA), anak perusahaan Astra, mulai dari soal keamanan (safety), tepat waktu (on time), dan tanpa cacat (zero defect).

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag