Kriminalitas Warnai Taksi “Online” Indonesia, Transportasi Terpercaya Masih Jadi Harapan

Kriminalitas Warnai Taksi “Online” Indonesia, Transportasi Terpercaya Masih Jadi Harapan

Pengemudi taksi online berinisial F,yang dilaporkan ke polisi oleh konsumen atas dugaan kekerasan dan percobaan perampasan, menyisakan pertanyaan akan kebutuha

Pengemudi taksi online berinisial F,yang dilaporkan ke polisi oleh konsumen atas dugaan kekerasan dan percobaan perampasan, menyisakan pertanyaan akan kebutuhan transportasi terpercaya. Peristiwa yang terjadi di Makassar pada Senin (19/6/2017) sore itu sendiri diakui oleh sang sopir. "Saya akui dorong itu penumpang saat saya paksa untuk turun karena ada kejadian yang membuat orderan itu sudah tidak nyaman dari awal," ujar F. Namun, F membantah melakukan perampasan. Ia kemudian menjelaskan awal mula kekesalannya sehingga mendorong penumpang. Seperti dituturkannya dalam artikel Tribun Timur.com "Sopir Taksi Online yang Dilapor ke Polisi Bantah Rampas Tas Penumpang", si penumpang awalnya melakukan pemesanan dengan lokasi yang keliru di sebuah bengkel. Karena kesalahan itu, ia mengalami kejadian yang kurang mengenakkan dari satpam karena menunggu beberapa menit sehingga menghalangi sejumlah mobil yang ingin melintas keluar dari bengkel. Bukan cuma kasus di Makassar itu saja yang mengemuka terkait tindakan pengemudi taksi online. Di Jakarta, tepatnya di pusat perbelanjaan Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, kabar dan video penumpang yang diturunkan dan dimaki-maki oleh pengemudi taksi online menjadi pemberitaan berbagai media massa. Kejadian yang juga diangkat di Kompas.com dalam salah satu artikelnya pada Selasa (20/6/2017) itu bermula ketika penumpang tidak mendapat kabar usai 15 menit mendapat persetujuan penjemputan dari pengemudi taksi online. Begitu berada di dalam mobil, sopir bertanya perihal arah jalan dengan tujuan lokasi Jatinegara berdasarkan pesanan, tetapi dijawab tidak oleh si penumpang. Sang penumpang sendiri mengaku tidak nyaman di dalam mobil karena sopir tersebut mengebut dan tidak mengerem ketika ada polisi tidur. Kemudian, sopir menanyakan jalan yang harus diambil dan penumpang menjawab menyebut salah satu jalan sebagai alternatif karena jalan raya biasa terlihat sangat macet. Akan tetapi, kemacetan juga terjadi di jalan alternatif tersebut, dan si sopir mengeluh. Keluhan itu tidak digubris penumpang sampai akhirnya si sopir meneriaki si penumpang. "Dengar enggak Mbak saya ngomong? Makanya lain kali driveraja yang nentuin jalan, bukan penumpang," bentak si sopir seperti penuturan penumpang. Dua kejadian di atas belum termasuk kabar percobaan pemerkosaan yang terjadi di Makassar terhadap penumpang berusia 16 tahun seperti diberitakan Kompas.com dalam "Sopir Taksi 'Online' Tertangkap Basah Hendak Perkosa Penumpangnya", Sabtu (15/7/2017). Survei YLKI Terlepas dari kejadian di atas, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebelumnya merilis survei yang mencakup berbagai keluhan terhadap pelayanan taksi online. Survei yang juga ditayangkan Tribunnews.com dalam "41 Persen Pengguna Transportasi Online Pernah Dikecewakan" pada Jumat (12/5/2017) tersebut menunjukkan berbagai bentuk keluhan dari konsumen. "Ketika ditanyakan apakah konsumen pernah dikecewakan oleh pelayanannya, sebanyak 41 persen responden mengaku pernah dikecewakan," ujar Ketua Harian YLKI Tulus Abadi terkait survei tersebut. Tulus menjelaskan, terdapat beragam keluhan yang dialami konsumen, antara lain pengemudi minta dibatalkan sebanyak 1.041 responden (22,3 persen), pengemudi membatalkan secara sepihak sebanyak 757 responden (16,22 responden), dan pengemudi tidak datang sebanyak 296 responden (6,34 persen). Kendaraan dalam kondisi kurang baik juga masuk dalam keluhan sebanyak 282 responden (6,04 persen), pengemudi ugal-ugalan sebanyak 221 responden (4,73 persen), kendaraan bau asap rokok sebanyak 215 responden (4,61 persen), dan pengemudi merokok saat mengemudi sebanyak 35 responden (0,75 persen). Melihat catatan di atas, keamanan dan kenyamanan menjadi persoalan tersendiri dari berkembangnya penyewaan taksi online. Sudah selayaknya konsumen mendapatkan keamanan dan kenyamanan seperti mobil yang dijamin terawat, sopir pilihan yang profesional layaknya layanan transportasi terpercaya yang diberikan oleh TRAC, perusahaan penyewaan kendaraan yang bernaung di bawah Seraya Autoraya (SERA), bagian dari perusahaan Astra. Sistem yang teratur baik terhadap kendaraan maupun si pengendara sendiri bagaimanapun menjadi modernitas yang seharusnya juga bisa diperoleh konsumen, tidak hanya dalam hal modernitas berupa kemudahan menggunakan taksi online.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag