Indonesia Krisis Minyak, Kebutuhan Energi Transportasi Terancam

Indonesia Krisis Minyak, Kebutuhan Energi Transportasi Terancam

Indonesia yang dulu punya cadangan minyak hingga 27 miliar barrel kini tersisa 3,7 miliar barrel saja. Hal ini terjadi seusai produksi dan konsumsi besar-besa

Indonesia yang dulu punya cadangan minyak hingga 27 miliar barrel kini tersisa 3,7 miliar barrel saja. Hal ini terjadi seusai produksi dan konsumsi besar-besaran selama bertahun-tahun mulai naik sejak tahun 2003. Data menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro seperti dikutip Kompas.com pada 5 September 2015 tersebut membuat cadangan minyak akan bertahan sekitar 10 tahun lagi. "Negara kita dulu punya cadangan minyak yang terbukti ada hingga 27 miliar-an barrel, tetapi itu sudah diproduksi sekitar 22,9 miliar barrel. Sisanya, tinggal 3,7 miliar barrel," ujarnya. Konsumsi dengan ketersediaan pun makin tidak seimbang. Jumlah produksi minyak hanya setengah dari jumlah konsumsi bahan bakar seperti dituturkan perwakilan Humas SKK Migas, Dian Sulistiawan, dikutip Antara, 30 Agustus 2017. "Tingkat konsumsi bahan bakar minyak secara nasional mencapai 1,6 juta barrel per hari, sedangkan kemampuan produksi hanya 834.000 barrel per hari," ujarnya. Menurutnya, jika tingkat konsumsi BBM masyarakat tidak berkurang, impor BBM tersebut akan semakin besar dan membebani keuangan negara. Di sisi lain, sulit untuk meningkatkan kegiatan produksi ketika kondisi kegiatan industri hulu migas berada dalam bayang-bayang krisis energi. Hal ini tidak lain membutuhkan solusi yang bisa diambil oleh masyarkat sebagai konsumen bahan bakar. Berbagai alternatif bisa dipilih, seperti menyewa kendaraan, yang tidak hanya bisa dilakukan secara perorangan, tetapi juga berkelompok. Pasalnya, menyewa kendaraan berarti mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan secara langsung mengurangi pemakaian BBM tersebut. Di sisi lain, fasilitas ini memberikan rasa nyaman karena mengurangi beban, baik waktu maupun tenaga, ketika misalnya harus menyetir dan terjebak macet di jalan. Terlebih lagi ketika penyewaan dilakukan satu kendaraan untuk bersama-sama yang tentu akan menghasilan efisiensi lebih signifikan lagi. Ketersediaan jenis kendaraan pun beragam, seperti halnya yang tersedia di gerai-gerai kami, TRAC, di seluruh Indonesia. Terdapat lebih dari 40.000 kendaraan siap digunakan, mulai dari sedan, SUV, MPV, hingga bus. Selain efesiensi yang tercipta, kualitas kendaraan dari jasa kami yang berinduk di bawah PT Serasi Autoraya (SERA) dan merupakan perusahaan Astra pun terjamin, begitu juga dengan ketersedian pengemudi-pengemudi profesional kami. Pada akhirnya, efisiensi tetap bisa tersinkronisasi dengan kenyamanan dan rasa aman di tengah krisis minyak yang tengah dihadapi Indonesia.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag