Penjualan LCGC Makin Meningkat, Ini Alasannya

Low cost green car atau disingkat LCGC kini menjadi primadona penjualan kendaraan di Indonesia, khususnya bagi mereka yang merupakan pembeli pertama. Penju
Low
cost green car atau disingkat LCGC kini menjadi
primadona penjualan kendaraan di Indonesia, khususnya bagi mereka yang
merupakan pembeli pertama.
Penjualannya secara wholesales pada Januari-Oktober 2017 berdasarkan data Gaikindo
sebesar 199.263 unit kendaraan. Angka tersebut berarti meningkat dari tahun sebelumnya sebesar
184.760 unit. Jumlah ini berbeda tipis dari model favorit di Indonesia, low
MPV, yang sebesar 206.007 unit pada periode yang sama.
Seiring dengan itu, data dari JD Power 2017
Indonesia Sales Satisfaction Index (Mass Market) Study menunjukkan, sebanyak 77
persen konsumen yang baru pertama membeli mobil berada dari segmen LCGC.
Harga tentu punya pengaruh daya tarik bagi
para pembeli awal itu. Ini karena menurut Peraturan Pemerintah No.41/2013
tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang
Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah, LCGC pada masa aturan tersebut
dikeluarkan dipasarkan di kisaran harga tidak jauh dari Rp 100 juta.
Walau demikian, masih menurut studi lembaga
riset JD Power, konsumen LCGC memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap
agen penjual (dengan angka kepuasan sebesar 818 poin dari nilai skala 1.000)
ketika pengalaman mereka ternyata lebih baik dari yang diharapkan, dibandingkan
837 pada kelompok non-LCGC.
"Perlu dipertimbangkan bahwa ada
kecenderungan konsumen untuk pindah ke segmen yang lebih tinggi dalam hal
kepemilikan kendaraan sehingga penting bagi para manufaktur mobil dan penjual
untuk mengerti profil dan kebutuhan konsumen tersebut dalam memenuhi pengalaman
pembelian yang superior,” ujar Kaustav Roy, Direktur JD Power.
Dengan kata lain, faktor harga menjadi
semacam batu loncatan agar pembeli bisa memanfaatkan kendaraan tersebut sebagai
alat transportasi
Jika mobil seken kemudian menjadi pilihan
karena harga, dan LCGC menjadi pilihan pertama, maka LCGC seken bisa jadi
pilihan.
Yang perlu diperhatikan adalah jaminan dari
penjual bahwa mobil tersebut masih berfungsi dengan baik. Contohnya, mobil
bukan bekas tabrakan karena hal itu rentan berpengaruh pada sasis dan
kestabilannya.
Lalu, pastikan pula mobil bukan bekas
banjir yang bisa merusak kelistrikan. Odometer juga tidak diutak-atik. Selain
itu, surat-surat juga wajib terjamin asli sehingga tidak akan bermasalah secara
hukum ke depannya.
mobil88, salah satu anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA)
yang bergerak di bidang jual-beli mobil
seken, memberikan jaminan untuk semua aspek yang telah disebutkan sebelumnya.
Mobil88 memiliki jaminan bernama buyback
guarantee.
Oleh karena itu, pembelian mobil LCGC seken sebagai alat transportasi di gerai mobil88 yang juga bagian perusahaan Astra ini
bisa terjamin secara kualitas sehingga memberikan rasa aman dan nyaman kepada
konsumen.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



