Rumah Idaman di Pinggir Kota, Pilih Beli Transportasi Sendiri atau Sewa?

Rumah Idaman di Pinggir Kota, Pilih Beli Transportasi Sendiri atau Sewa?

Kini, banyak orang memilih membeli rumah idaman yang di pinggir kota.Padahal, kebanyakan mereka masih bekerja di  kota. Dilema soal kebutuhan transportas

Kini, banyak orang memilih membeli rumah idaman yang di pinggir kota.Padahal, kebanyakan mereka masih bekerja di  kota. Dilema soal kebutuhan transportasi pun muncul, pilih membeli mobil sendiri atau menyewa? Sebenarnya hal wajar jika masyarakat lebih tertarik memiliki rumah di luar kota. Untuk wilayah luar DKI Jakarta sebagai contoh, harga yang ditawarkan pengembang mulai dari Rp 200 juta hingga tembus Rp 1,3 miliar untuk tipe menengah berukuran bangunan 50 -60 meter persegi. Harga itu diperoleh berdasarkan data lembaga riset Cushman and Wakefield Indonesia tahun 2015. "Rumah menengah tersebut memiliki luas lahan 100-200 meter persegi," ujar Director Research and Advisory Cushman and Wakefield Indonesia Arief Rahardjo seperti dikutip dari Kompas Properti, Minggu (12/2/2017). Oleh karenanya, bagi yang bekerja di kawasan DKI Jakarta biasanya memilih area di seputar Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor, atau bahkan sedikit menjauh lagi dari lingkaran itu. Tinggal di pinggir kota Tinggal di pinggir kota pun memiliki keuntungan tersendiri. Udara lingkungan lebih bersahabat, ketersediaan air bersih pun lebih baik, seperti di kawasan Bogor. Selain dari dua hal itu, tentu saja, harga yang ditawarkan ramah untuk urusan cicilan bulanan, apalagi jika pengembang menawarkan rumah di harga Rp 200 juta-Rp 300 juta. Poin terakhir ini dianggap penting andaikata melihat fakta harga tanah dan rumah yang semakin kencang melaju, sekalipun di lokasi yang jauh dari Ibu Kota. Kelebihan lainnya, alat transportasi umum kini juga tersedia dengan berbagai rute. Jika beruntung, maka moda transportasi untuk keluar dan masuk dari rumah idaman di pinggir kota itu bisa berupa bus yang mencakup angkutan perbatasan terintegrasi bus transjakarta (APTB) atau kereta rel listrik (KRL). Namun, jika dua moda transportasi umum ini terlalu jauh untuk dijangkau, mobil pun akan menjadi salah satu pilihan, terutama jika kita punya banyak keperluan. Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita akan membeli atau menyewa jasa transportasi terpercaya? Membeli atau sewa? Penjualan mobil menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) selama dua-tiga tahun belakangan berkisar satu juta unit. Penjualan mobil baru tahun 2015 sebesar 1,01 juta unit, sementara 2014 sebanyak 1,2 juta unit. Dari jumlah yang banyak itu, aneka model tentu ditawarkan dengan berbagai promo sehingga menarik bagi mereka yang terpikat untuk memiliki mobil baru. Untuk mobil bagi pembeli pemula, seperti kelas low MPV, city car, ataupun di low cost green car (LCGC), uang mukanya belasan hingga puluhan juta rupiah. Sementara itu, cicilannya Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan. Jumlah ini bagi sebagian orang dianggap cukup ringan. Meski demikian, pilihan menyewa mobil juga punya keuntungan tersendiri. Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan mobil. Tidak pula haru mengurus pajak yang wajib dibayar setiap satu tahun dan setiap lima tahun. Untuk diketahui, suku cadang perawatan mobil terbagi dalam dua jenis, yakni fast moving dan slow moving. Suku cadang fast moving adalah suku cadang yang harus rutin diganti, seperti aneka filter di mesin, busi, dan juga kampas rem. Adapun suku cadang slow moving cenderung dibutuhkan dalam waktu yang lama, seperti suspensi, apalagi jika jalan yang dilalui banyak kerusakan. Untuk harga, suku cadang slow moving biasanya memang lebih mahal. Jika pilihan yang diambil adalah menyewa mobil, maka kondisinya adalah sebaliknya. Mobil tidak menjadi hak milik, tetapi perawatan sudah diserahkan oleh pemberi sewa kendaraan. Soal harga sewa per bulan, bisanya jadi tidak jauh berbeda dengan biaya cicilan membeli mobil baru. Nyamannya memakai mobil sewa pun bisa saja tak ubahnya merasakan nyamannya mobil baru. Walau begitu, urusan nyaman atau tidak nyaman bisa tergantung, salah satunya, jaminan kondisi mobil yang disewa, dan layanan jika mobil punya kendala di tengah jalan. TRAC, misalnya. Anak usaha PT Serasi Autoraya (SERA) ini menawarkan solusi kebutuhan sewa transportasi terpercaya bagi masyarakat. Sebagai Perusahaan Astra, kualitas layanan jadi keniscayaan. TRAC menjamin kondisi mobil aman dan nyaman digunakan. Layanan 24 jam pun tersedia bagi pelanggan.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag