Dukung Perkembangan Logistik, Apa Saja Terobosan Pemerintah?

Dukung Perkembangan Logistik, Apa Saja Terobosan Pemerintah?

Indonesia saat ini menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa di samping melimpahnya sumber daya alam di

Indonesia saat ini menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa di samping melimpahnya sumber daya alam di sepanjang pulau-pulau. Sektor manufaktur menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia,yang pada 2016, kontribusinya mencapai 0,92 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,02 persen. Di sektor tersebut, yang terbanyak adalah makanan dan minuman 32,84 persen, diikuti peralatan logam, komputer, dan elektronika. Kontribusi berikutnya berasal dari sektor perdagangan sebesar 0,53 persen dan sektor konstruksi sebesar 0,51 persen. Dengan berkaca pada kondisi yang dirangkum Kompas.com dalam “Peringkat 63 di Dunia, Indonesia Harus Benahi Sistem Logistik” tersebut, maka tidak terlepas pula satu sektor yang memiliki peran penting, yakni logistik. Pemerintah Indonesia saat ini sedang terus menekankan pemanfaatkan tol laut dan juga mengurangi masa tunggu (dwell time) peti kemas di pelabuhan. Di samping itu, pengembangannya dilakukan dengan mengumpulkan masukan dari para pengusaha, seperti yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) pada Agustus 2017 lalu. Pada momen tersebut, Ditjen Bea Cukai mengundang anggota Forum Supply Chain Indonesia untuk meminta masukan kondisi terkini terkait perkembangan logistik dan mendengarkan harapan mereka. “Melalui acara ini, anggota Forum Supply Chain Indonesia dapat memahami program-program terobosan, seperti program penguatan reformasi kepabeanan dan cukai, penertiban importir berisiko tinggi (PIBT), progres pusat logistik berikat (PLB), dan e-commerce,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, di situs resmi Ditjen Bea Cukai, Kementerian Keuangan. Ia mengharapkan agar para pengusaha dalam forum tersebut memberikan masukan, khususnya terkait kepabeanan dan cukai untuk nantinya dijadikan sebagai masukan dan solusi. Hal ini pun membuka celah usaha baru dari pemerintah mengenai solusi dalam hal logistik, yang saat ini juga coba terus diberikan melalui beragam cara, seperti adanya paket-paket layanan logistik yang memudahkan bagi para pengusaha. Misalnya ketika pengusaha membutuhkan rekan bisnis logistik yang sudah memberikan perencanaan hingga pengawasan terhadap proses distribusi produk mereka, maka hal tersebut bisa diperoleh dalam layanan Contract Logistics SELOG. Usaha kami yang bernaung di bawah PT Serasi Autoraya (SERA) dan merupakan bagian dari grup Astra ini menyediakan layanan logistik terintegrasi dan komplet, dari perencanaan, implementasi, hingga proses monitoring dalam Contract Logistics. Pengiriman kargo di dalam negeri juga jadi perhatian melalui layanan Shipping Services, yakni jasa pengiriman dan distribusi dengan moda transportasi laut. Selain rute dalam negeri, tersedia pula Shipping Agency yang berkolaborasi dengan Jardine Shipping Services (JSS) sebagai agen pengiriman terbesar di Asia. Jaminan pengiriman pun menjadi jawaban akan kebutuhan kualitas jasa logistik yang tersedia dalam layanan Freight Forwarding. Dengan berbagai jenis moda pengangkutan untuk wilayah dalam negeri, jaminan yang diberikan adalah keamanan (safety), tepat waktu (on time), dan zero defect. Di samping itu, ada Courier Services, jasa kurir ekspres untuk mengirimkan paket dengan layanan same day service, next day service, dan regular service. Tak hanya jasa pengiriman, kami juga menawarkan jasa pengelolaan dan penyimpanan barang menggunakan Warehouse Management System (WMS). Kemudahan-kemudahan dalam bentuk solusi tersebut diharapkan bisa meningkatkan kinerja ekonomi di Indonesia yang bidang logistiknya berada di peringkat ke-63 dalam Indeks Kinerja Logistik global 2016, yang saat ini sejajar dengan Vietnam.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag