Indonesia Makin Mantap Menuju Disiplin Berkendara

Syukur bisa dikatakan manakala semakin hari sebagian masyarakat Indonesia berkumpul untuk menyadarkan kedisplinan berlalu lintas. Hal ini tentu tidak terlep
Syukur bisa dikatakan manakala semakin hari
sebagian masyarakat Indonesia berkumpul untuk menyadarkan kedisplinan berlalu
lintas. Hal ini tentu tidak terlepas bahwa disiplin ketika mengendarai alat transportasi
memberikan efek tersendiri di tengah lalu lintas yang kian padat.
Sebagai gambaran, jumlah kasus kecelakaan
di Indonesia pada 2014 adalah 95.906 kasus, kemudian mengalami fluktuasi angka
dan meningkat menjadi 105.374 kasus pada 2016.
Ketertiban dalam berlalu lintas dengannya
diperlukan karena tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri tetapi juga
pengguna jalan lainnya. Motivasi ini pula yang membuat masyarakat kini kian
aktif dalam gerakan disiplin berlalu lintas.
"Kenapa harus tertib berlalu lintas?
Ini karena untuk keselamatan diri sendiri, juga untuk pengguna jalan lainnya.
(Kita perlu untuk) saling menghargai sesama pengguna jalan," ucap Bripda
Aizha Nurlita dari NTMC Polri, Rabu (24/5/2017), yang datang untuk mendukung
kampanye Gerakan Tertib Berlalu Lintas (Gatel) dari Otomania.com.
Gatel adalah salah satu contoh gerakan
disiplin berlalu lintas. Gerakan yang sudah dimulai sejak tahun 2016 ini
berfokus pada kesadaran disiplin para pengendara di jalan raya.
Disiplin berlalu lintas dapat dilakukan
antara lain dengan berhenti di belakang garis stop, menggunakan helm bagi
pengendara motor, ataupun menggunakan sabuk keselamatan bagi pengendara mobil
dengan baik dan benar, serta tentu saja mematuhi isyarat rambu lalu lintas.
"Kalau masalah macet sudah pasti
dirasakan semua pengguna jalan. Namun, dengan berperilaku disiplin, maka kita
akan menghargai pengguna jalan lainnya dan menimbulkan kenyamanan selama berada
di jalan raya," ujar Bripda Yasinta Iga Mahesti dari NTMC Polri yang juga
hadir pada kegiatan Gatel Otomania, Rabu.
Tidak cuma Gatel, gerakan serupa juga
diadakan di Jawa Barat dengan nama Gerakan Disiplin Sukajadi. Puluhan orang
yang merupakan relawan dalam gerakan ini melakukan edukasi kedisiplinan
berkendara pada Sabtu sore.
"Setiap Sabtu, pukul 17.00-18.00, kami
melakukan edukasi di simpang empat Pasteur (Bandung) untuk mengingatkan pengendara yang melakukan
pelanggaran," ujar Koordinator Gerakan Disiplin Sukajadi, Sansan Syahdriana,
kepada Tribun Jabar, Senin (27/11/2017).
Langkah ini bahkan didukung oleh sejumlah
ormas, seperti XTC Indonesia, yang kerap kali bergabung bersama Gerakan
Disiplin Sukajadi.
Selain Gerakan Disiplin Sukajadi, Bandung
juga punya gerakan yang turut dihimpun di media sosial dengan tanda pagar #BdgDisiplin.
Berbagai hal mengenai pelanggaran dan edukasi dibahas di akun Facebook mereka.
Tidak ketinggalan, klub mobil seperti
Toyota Agya Club (TAC) di Lampung, Sumatera, pun punya gerakan dengan semangat
yang sama. Aksi kampanye turun ke jalan dengan tanda pagar #Beraksiontheroad
ini menjadi agenda reguler klub dengan tema sabuk keselamatan.
Gerakan-gerakan disiplin semacam ini tentu
saja menjadi satu penyemangat di tengah kebutuhan yang tinggi dari masyarakat
dalam bertransportasi. Meski demikian, seberapa jauh disiplin berkendara diterapkan,
hal tersebut kembali lagi pada bagaimana sikap pengemudi alat transportasi itu
sendiri.
Dalam hal ini, pengetahuan yang cukup dan
profesionalitas yang terjaga menjadi unsur penting dalam penerapan kedisiplinan
berkendara dan berlalu lintas, seperti yang juga dilakukan oleh para pengemudi
di gerai penyewaan kendaraan kami, TRAC.
TRAC sebagai anak perusahaan PT Serasi
Autoraya (SERA) dan merupakan perusahaan Astra menjamin profesionalitas
pengemudinya, di samping bahwa ketersediaan pengemudi turut dijamin, dan
hadirnya pengemudi pengganti manakala diperlukan.
Jaminan tersebut melengkapi kelebihan lain bahwa
mobil yang ditawarkan terdiri dari beragam jenis dan ukuran dengan kepastian akan
kualitasnya.
Profesionalitas pengemudi ditambah poin-poin
unggulan tadi pun akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna dan
juga masyarakat pada umumnya dalam bertransportasi. Dengan begitu pula, kami berharap
dapat menjadi bagian dalam gerakan disiplin berkendara di Indonesia yang kian
hari kian eksis ini.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



