Kurangi Emisi, Selamatkan Masa Depan Bumi

Kurangi Emisi, Selamatkan Masa Depan Bumi

Bumi dengan keanekaragaman hayatinya berproses secara alamiah untuk mendukung keberlangsungan makhluk hidup, termasuk manusia. Namun seiring kebutuhan dalam

Bumi dengan keanekaragaman hayatinya berproses secara alamiah untuk mendukung keberlangsungan makhluk hidup, termasuk manusia. Namun seiring kebutuhan dalam perkembangan zaman, polusi udara pun tidak terhindarkan. Contohnya, gas buang kendaraan bermotor akibat proses pembakaran kendaraan yang kurang terawat dengan baik sehingga meningkatkan level karbonmonoksida dan berpengaruh pada pencemaran udara. Tantangan tersebut tentu jadi pekerjaan rumah bagi semua negara di dunia, termasuk Indonesia. "Dengan demikian, diperlukan program kegiatan pengendalian pencemaran udara dari sumber kendaraan bermotor," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji, seperti dikutip Kompas.com, Minggu (17/12/2017). Dalam hal ini, pihaknya berharap agar pemilik kendaraan yang memperpanjang STNK atau pajak kendaraan bermotor memenuhi salah satu prasyarat, yakni lolos uji emisi.Kebijakan ini diharapkan mampu menekan tingkat polusi demi meningkatkan kualitas hidup. Seiring ini pula, Indonesia sedang berbenah terhadap standar emisi kendaraan. Standar yang berlaku saat ini adalah Euro II sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 141 Tahun 2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru sejak 2007. Selain Indonesia, India bahkan sudah menerapkan standar emisi Euro III dan IV pada 2010, sedangkan Malaysia sudah Euro IV pada 2013. Untuk itu, Pemerintah Indonesia mencanangkan penerapan standar emisi Euro IV pada bahan bakar kendaraan bermotor mulai September 2018. Meski demikian, apakah pemilik kendaraan di dalam negeri sudah siap? Lantas bagaimana pula dengan masyarakat yang memilih memiliki mobil seken? Ini mengingat adanya pandangan bahwa mobil seken sudah termakan usia. Padahal, mobil seken ataupun baru, sejatinya, yang diperlukan adalah tetap merawat kendaraan, yang tentunya sesuai dengan buku panduan. "Soal gas buang kendaraan lama, itu asal pemeliharaan mesinnya baik, maka emisinya akan baik. Termasuk pemilihan bahan bakar," ucap Diah Ratna Ambarwati, Kepala UPT Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dikutip Kompas.com, Sabtu (21/10/2017). Perawatan memang menjadi kunci agar kinerja mesin tetap baik, termasuk ketika menghasilkan gas buang. Jadi, pemilik mobil seken pun tak perlu khawatir asalkan tetap merawat kendaraan secara berkala. Hal yang perlu diperhatikan, misalnya perawatan rutin yang tertib, seperti selalu tepat ganti oli, ganti pelumas di sejumlah bagian lain seperti transmisi. Lebih dari itu, memilih mobil seken juga perlu mempertimbangkan kualitas. Di gerai mobil88, salah satu anak usaha PT Serasi Autoraya (SERA) yang juga merupakan bagian perusahaan Astra, memberikan jaminan bahwa mobil seken yang ditawarkan memiliki kualitas baik. Tentunya, memiliki kendaraan berkualitas, meskipun seken, selain membuat aman dan nyaman, juga secara langsung maupun tidak langsung turut menjadi bagian usaha menjaga masa depan Bumi.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag