Hadapi Kompetisi, Perusahaan Mulai Melakukan Transformasi Digital

Hadapi Kompetisi, Perusahaan Mulai Melakukan Transformasi Digital

Perkembangan teknologi telah mengubah perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini, masyarakat biasa melakukan berbagai hal lewat akses

Perkembangan teknologi telah mengubah perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini, masyarakat biasa melakukan berbagai hal lewat akses digital, serba praktis dan mudah. Contoh saja, saat ini warga sudah terbiasa membeli makanan, mencari pengganti sepatu yang rusak, atau memanggil tukang servis AC hanya melalui genggaman tangan. Semua dilakukan berkat digitalisasi yang marak sejak beberapa tahun ini. Menurut laporan We Are Social pada Januari 2018, tercatat hampir sekitar 50 persen penduduk di Indonesia sudah menggunakan internet dari total populasi sekitar 265,4 juta penduduk. Angka tersebut meningkat 13 persen dari tahun sebelumnya. Data itu menjadi salah satu bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia secara bertahap mulai mampu beradaptasi dengan kehidupan yang serba digital. Bahkan, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menyatakan bahwa sekitar 90 persen kabupaten/kota se-Indonesia sudah tersambung internet. "Targetnya, 2019 semua kabupaten/kota di Indonesia sudah terhubung dengan yang namanya backbone network kecepatan tinggi," kata Bapak Rudiantara, dikutip dari situs web Times Indonesia, Minggu (25/02). Melihat potensi pasar yang cukup besar tersebut, berbagai sektor bisnis pun mulai go-digital agar mampu tetap eksis dalam kompetisi. Mau tak mau, para perusahaan konvensional mulai mengolah wawasan untuk mengaplikasikan digitalisasi dalam proses bisnis. Artinya, kompetisi akan semakin ketat karena perusahaan berlomba menyodorkan kemudahan layanan berbasis teknologi. Terlebih lagi, Indonesia berada dalam masa bonus demografi yang diperkirakan akan mencapai puncak pada tahun 2030, di mana jumlah generasi millennial mendominasi. Oleh karena itu, perusahaan harus mulai berdamai dengan teknologi dan mencoba beradaptasi. Mereka perlu mempelajari perilaku generasi Y yang mulai menjadi pasar terbesar. Terlebih lagi, perundang-udangan kini semakin luwes melihat fenomena digital. Kesempatan lapangan kerja pun kian terbuka luas sehingga memberikan tren positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesempatan tersebut turut dimanfaatkan oleh TRAC, salah satu anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA). TRAC sebagai penyedia jasa rental mobil sudah menawarkan kemudahan akses reservasi secara online, khusus untuk pelanggan individual. Kemudahan kebutuhan transportasi terpercaya dari TRAC dapat diakses di mana saja, kapan saja, lewat website resmi www.trac.astra.co.id. Harapannya, TRAC dapat memberikan layanan secara optimal kepada pelanggan.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag

© Copyright PT Serasi Autoraya 2026