27 Tahun SERA Arungi Gelombang Ekonomi Indonesia

Toyota dan Daihatsu adalah nama yang kerap kali disebut di Indonesia ketika bicara mengenai jual-beli mobil. Kepercayaan masyarakat terhadap nama-nama tersebu
Toyota dan Daihatsu adalah nama yang kerap kali disebut
di Indonesia ketika bicara mengenai jual-beli mobil. Kepercayaan masyarakat terhadap
nama-nama tersebut tetap terlihat hingga kini, seperti ditunjukkan dalam data
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Toyota dan Daihatsu dalam
data Januari-Februari 2017 masuk dalam jajaran sepuluh mobil terlaris di Tanah
Air, dengan Avanza, Calya, Kijang Innova di tiga teratas, lalu Daihatsu Sigra dan
Ayla juga dalam daftar tersebut.
Kepercayaan itu pula yang disuguhkan melalui kendaraan
sewa PT Serasi Autoraya sejak tahun 1990 ketika nama tersebut dikukuhkan seusai
berganti dari PT Sinar Inti Telaga sejak 1986. PT Serasi Autoraya, yang memperkenalkan “Toyota
Rent a Car”, kemudian pada tahun yang sama, bulan Oktober, berubah menjadi “TRAC-Astra
Rent a Car”.
Tahun 1990-an sendiri bagi PT Serasi Autoraya dibayangi
kondisi ekonomi global. Perang Teluk antara Irak dan Kuwait turut berpengaruh
pada harga-harga, khususnya minyak. Kondisi itu dilanjutkan dengan krisis
ekonomi di Indonesia tahun 1998 yang puncaknya pada 22 Januari 1998 menyebabkan
rupiah melemah Rp 17.000 per dollar AS atau turun sangat jauh dari Rp 3.845 per
dollar AS pada Oktober 1997, seperti dikutip dari harian Kompas, Selasa, 30
Juni 1998.
Namun, gelombang ekonomi di Indonesia yang terus bergulir
tetap diarungi PT Serasi Autoraya. Bisnis sewa kendaraan terus berlanjut. Pada
2001, PT Serasi Autoraya, dikutip dari
Kompas, Sabtu, 06 Oktober 2001, memiliki 5.500 mobil dan 1.500 pengemudi
dengan sekitar 10.000 pelanggan. Pada tahun itu, PT Serasi Autoraya (SERA) memperoleh
pemasukan Rp 250 miliar.
Tujuh tahun setelahnya, TMS atau Transportation
Management System dibentuk untuk mengoptimalkan solusi transportasi dari TRAC
kepada pelanggan.
Pemulihan ekonomi memungkinkan SERA pada 2003 melengkapi
layanannya dengan membuat unit Driver Services. Lalu pada 26 Agustus 2004,
lahirlah TREMO TRAC-Motorental sebagai bagian dari solusi yang ditawarkan TRAC
kepada pelanggan perusahaan untuk menyewa sepeda motor.
Pasar taksi dan bus menjadi hal baru di keluarga SERA.
Pada 25 Oktober 2005, lahirlah TRACO-RENZ Taxi yang diluncurkan untuk wilayah Surabaya.
Lalu tujuh tahun kemudian, SERA merambah bisnis penyewaan bus yang pada 4 April
2012 meluncurkan TRAC Bus Services.
Bisnis SERA di bidang transportasi darat lantas
berkembang ke arah penjualan mobil bekas yang memberikan jaminan. Pada 1 Mei
2006, mobil88 yang beroperasi dalam penjualan mobil bekas bergabung dengan SERA.
Kelak, pada 21 Juni 2010, PT Serasi
Mitra Mobil berdiri sebagai entitas legal untuk mobil88.
Perkembangan bisnis di sektor mobil bekas pun diperluas dengan
menghadirkan balai lelang.
Sebuah balai lelang IBID berdiri pada 3 April 2007, dan menggelar lelang pertamanya pada 7
Agustus di tahun itu.
SERA bertahan dan
berkembang
Memasuki tahun 2008, ekonomi dunia sedang diguncang
karena kondisi di Amerika. Kerugian terlalu besar terjadi di negeri tersebut
akibat surat berharga beragun aset kredit perumahan yang berisiko tinggi.
Perusahaan keuangan raksasa Amerika Serikat terus
berguguran, termasuk Lehman Brothers, yang menyatakan diri bangkrut, dan
Merrill Lynch yang siap diakuisisi Bank of America, menurut catatan harian
Kompas, Selasa, 16 September 2008.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kembali melemah
mengingat Amerika adalah negara tujuan ekspor. Mereka pun menarik investasi
dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Kurs kenapa turun? Ini karena pemodal, fund-fund
manager
asing, uangnya ditarik ke negerinya,” ujar Jusuf Kalla, yang saat
itu merupakan mantan Presiden RI periode 2004-2009, seperti dikutip dari Kompas.com
Walau demikian, SERA tidak gentar. Tahun 2009 justru
menjadi tahun bagi SERA untuk masuk ke bidang logistik. Pada 2 Februari di
tahun tersebut, Freight Forwarder Harmoni Mitra Utama bersama dengan United
Tractors merilis pengiriman pertamanya, dilanjutkan dengan berdirinya SELOG
pada 25 Februari 2009 sebagai merek dagang di lini bisnis jasa pengelolaan
logistik.
Pada tahun yang sama juga, tepatnya pada 7 Desember, TRAC
meluncurkan perusahaan perkapalan dengan merek dagang Toyofuji Serasi Indonesia
(TFSI) yang juga menjadi cikal bakal bisnis logistik SERA.
Kemudian pada 2010, PT Serasi Shipping Indonesia resmi
diluncurkan untuk melengkapi portfolio SELOG, dan pada 2014, sebuah unit bisnis
di bidang trucking berdiri sebagai
bagian dari SERA Logistics Services.
Setahun setelahnya, 29 Oktober 2015, SERA menandatangani
perjanjian pembelian 34,91 persen saham PT Intertel Nusaperdana di PT Toyofuji
Serasi Logistics Indonesia.
Era digital pun tidak luput menjadi bagian SERA. Pada usianya yang ke-27 tahun ini, bukan hanya
menawarkan situs layanan, SERA juga melakukan perbaikan dan perubahan proses dari
yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual, menjadi serba otomatis sehingga
menyederhanakan proses kerja dan efisiensi waktu.
SERA juga melakukan penyesuaian produk dan layanan sesuai era digital saat ini untuk
mempermudah pelanggan dalam mendapatkan juga merasakan produk ataupun layanan
yang ditawarkan. Untuk itulah, pada perayaan ke-27 tahun ini, SERA menggenggam
tema “A Journey to Digital Transformation”.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



