Melahirkan Inovasi Terbaik Melalui SERA Quality Convention

Melahirkan Inovasi Terbaik Melalui SERA Quality Convention

Jakarta – Tahun ini, ajang SERA Quality Convention (SQC) kembali melahirkan inovasi dan improvement baru. Bertempat di el Royale Hotel, Kelapa Gading, Jakarta U

Jakarta – Tahun ini, ajang SERA Quality Convention (SQC) kembali melahirkan inovasi dan improvement baru. Bertempat di el Royale Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebanyak 14 tim finalis dari insan terbaik SERA  beradu inovasi untuk memperebutkan kursi pemenang. Sambutan dari Presiden Direktur SERA Group Firman Yosafat Siregar membuka acara, disusul dengan pidato dari Ibu Susanti Eliana selaku Kepala Divisi Corporate Management Development. Ibu Susi kemudian mengantarkan para undangan dan peserta untuk melanjutkan agenda penjurian final SERA Quality Convention 2018.Dalam proses penjurian, setiap tim mempresentasikan projek masing-masing di hadapan dewan juri yang merupakan jajaran manajemen SERA Group. Penilaian kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.Pada akhir acara, juri pun mengumumkan para pemenang yang patut menyandang gelar sebagai "The Best". Pemenang kategori Technical Suggestion System adalah Matlawi dan Arnata dari TRAC, sedangkan kategori Non- technical Suggestion System dimenangkan oleh Suhardi dan Samsuri dari SERA head office."Yang pasti senang, deg-degan ada, sampai sekarang masih gemetar," kata Suhardi pada malam penghargaan yang digelar bersamaan dengan acara SERA 2.0 pada Kamis (13/09).Dia juga memberikan dorongan kepada insan SERA lainnya agar berani memulai. "Yang kedua perlu konsisten. Jangan sampai karena ada suatu kendala kita stop di situ. Kalau kita komitmen, pasti bisa," lanjut Suhardi.Samsuri menambahkan bahwa prestasi tersebut tak lepas dari kerja sama yang baik dari berbagai pihak yang terlibat. "Tapi di balik itu, tujuan paling besarnya adalah untuk kemajuan perusahaan".Tak hanya mereka, tim Semut Merah dari TRAC cabang Pontianak memenangkan kategori Technical Quality Control Circle. Sementara itu, kategori Non- technical Quality Control Circle disabet oleh tim Krakatau dari IBID cabang Balikpapan. Kategori terakhir, yaitu Quality Control Project dimenangkan oleh tim Besuto dari SELOG.Pada kesempatan sama, diberikan pula penghargaan kepada fasilitator terbaik yang telah membimbing para finalis dalam menyelesaikan projek mereka. The Best Facilitator 2018 diberikan kepada Suntoro dari TRAC cabang Banjarmasin.Momen ini tentunya membawa kebanggaan bagi para pemenang. Namun, kompetisi ini bukan event penjurian dan penghargaan semata, melainkan sebuah siklus pengembangan inovasi di SERA. Aplikasi dari tiap improvement dan inovasi terus diawasi agar berkontribusi optimal bagi perusahaan."Inovasi adalah salah satu DNA dari transformasi, sehingga kita harapkan itu tumbuh terus dalam perusahaan PT Serasi Autoraya," ucap Kartika Ryan Sanjaya sebagai kepala pelaksana acara SERA 2.0.Harapannya, kompetisi tersebut dapat menjadi ajang pengembangan kompetensi insan SERA dalam melakukan perbaikan dan inovasi. Para peserta SQC pun diharapkan dapat berbagi ilmu dan pengalaman agar peningkatan kualitas insan SERA terus terjadi.