Makin Terkoneksi, Industri di Kalimantan Bergerak Lebih Lincah

Kalimantan segera memiliki jalan tol pertama sepanjang 99,35 kilometer yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda. Pada akhir 2018 jalur tol rencananya bisa ra
Kalimantan segera memiliki jalan tol pertama sepanjang 99,35 kilometer yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda. Pada akhir 2018 jalur tol rencananya bisa rampung sehingga dapat mulai digunakan awal 2019. Harapannya pembangunan ini dapat mendorong pengembangan industri agar mampu bergerak lebih lincah. Jalan Tol Trans Kalimantan tersebut dikelola oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) yang merupakan anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sementara itu, pembangunan tol sendiri dibagi menjadi dua seksi.Seksi 1 terdiri atas Paket 1 sepanjang 25,07 kilometer dan Paket 5 sepanjang 11,09 kilometer. Pada seksi kedua, proyek terbagi menjadi tiga paket, yaitu Paket 2 sepanjang 23,26 kilometer, Paket 3 sepajang 21,9 kilometer, dan Paket 4 sepanjang 17,7 kilometer.Meski demikian, pembangunan tol tersebut berjalan bukan tanpa hambatan. Kendala terjadi pada pembebasan lahan, terutama di seksi 4. Selain itu, di seksi 2 jalur tol juga melewati kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya Bukit Suharto yang masih digarap warga hingga kini.Menghadapi kendala tersebut, berbagai usaha pun dilakukan untuk mempercepat pembangunan agar manfaatnya bisa segera dinikmati. Upaya koordinasi sudah dilakukan untuk mendukung percepatan proyek. "Langkah percepatan dan pembangunan yang masif dibuktikan oleh progres pembangunan konstruksi yang terbilang positif. Hingga awal bulan Februari 2018, pembangunan konstruksi jalan tol Balikpapan-Smarinda telah mencapai 48,48 persen," kata Bapak Arie, dikutip dari situs berita Detik Finance, Selasa (06/02).Hingga 1 Februari 2018, lanjut dia, laporan pembebasan lahan sudah mencapai angka 90,67 persen. Artinya, selangkah lagi proses pembebasan lahan akan segera rampung. Nantinya, tol Trans Kalimantan ini diharapkan bisa memangkas biaya logistik dengan memangkas perjalanan hingga 34 kilometer. Waktu tempuh pun berkurang dari awalnya tiga jam menjadi satu jam saja.Selain itu, proyek tol dengan nilai investasi sebesar Rp 9,97 triliun ini diharapkan bisa mendorong pengembangan kawasan industri di kedua kota tersebut dan di sepanjang jalur tol. Umumnya, industri di sana berbasis kelapa sawit, batubara, pertanian, dan migas.Selain infrastruktur, industri yang bergerak di bidang tersebut pun membutuhkan dukungan sistem transportasi demi menunjang perkembangan bisnis. Terlebih lagi, industri seperti itu butuh jenis transportasi khusus yang cukup memakan biaya.Selain harganya cukup mahal, perawatannya pun tidak murah. Agar lebih efisien dan tidak dipusingkan dengan biaya-biaya lain, industri bisa menyewa layanan transportasi terpercaya seperti yang ditawarkan TRAC.Salah satu anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA) yang juga berada di bawah naungan Astra ini memberikan layanan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan transportasi, termasuk untuk industri perkebunan atau pertambangan.TRAC menyediakan berbagai jenis kendaraan yang kondisinya prima, didukung oleh pengemudi yang profesional. Selain itu, TRAC juga memiliki Transportation Management System yang membuat penggunaan transportasi jadi lebih efisien dan terukur.Industri pun tidak perlu repot mengatur kebutuhan transportasi sehingga dapat fokus untuk mengembangkan bisnis inti. Dengan dukungan layanan transportasi terpercaya juga jaringan infrastruktur yang baik, industri dapat mengembangkan usaha secara maksimal.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



