Belanja Online Semakin Meningkat Saat Ramadan

Konsumsi belanja online masyarakat saat Ramadan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Tahun ini, kebanyakan pengelola situs belanja online memprediksi p
Konsumsi
belanja online masyarakat saat Ramadan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Tahun
ini, kebanyakan pengelola situs belanja online memprediksi peningkatan
transaksi akan mencapai hingga dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Prediksi
tersebut tidak berlebihan karena SimilarWeb mencatat bahwa traffic website dari lima e-commerce
besar di Indonesia naik 5-10 persen sebulan jelang Ramadan. Hal ini juga
menunjukkan tren masyarakat untuk membeli beragam keperluan secara online.
Co-founder
salah satu situs belanja online di Indonesia, Indra Yonathan, menjelaskan bahwa
saat ini masyarakat Indonesia sudah mengalami pergeseran pola perilaku belanja
ke arah digital.
"Pergeseran pola perilaku
belanja masyarakat ke digital merupakan salah satu faktor penyebab peningkatan
transaksi belanja di platform e-commerce,"
kata Indra, dikutip dari wartaekonomi.co.id,
Kamis (10/05).
Dia
juga mengungkapkan data dari Accenture yang menyebutkan sekitar 43,7 persen masyarakat
Indonesia yang saat ini terkoneksi internet merupakan digital buyers.
Dari
data yang sama juga menyebutkan bahwa perilaku masyarakat Indonesia berbelanja
online didorong oleh kemudahan akses. Tren ini kemudian ditambah dengan
kebutuhan Ramadan serta tawaran diskon dari situs-situs online jelang lebaran.
Apalagi, masyarakat memiliki tradisi konsumtif untuk menyambur lebaran.
Misalnya,
orang biasa membeli pakaian baru saat lebaran. Selain itu, tradisi memberikan
bingkisan lebaran juga membuat pembelian produk makanan dan minuman menanjak.
Kue-kue kering khas lebaran pun turut diburu.
Peningkatan
konsumsi juga turut terjadi di sektor transportasi mudik. Pembelian mobil baru
maupun seken cenderung meningkat jelang lebaran karena banyak masyarakat yang
masih merasa bahwa mudik menggunakan kendaraan sendiri lebih nyaman. Apalagi,
mudik biasanya dilakukan bersama
keluarga besar.
Memenuhi
kebutuhan tersebut, PT Serasi Autoraya (SERA) lewat anak perusahaannya,
IBID-Balai Lelang Serasi menawarkan pembelian mobil seken dengan cara lelang.
Dengan begitu, harga yang ditawarkan pun lebih kompetitif.
Melalui IBID, masyarakat
dapat membeli mobil, motor, atau gadget dengan cara lelang. Siapapun boleh
mengikuti lelang untuk membeli satuan atau dalam jumlah besar.
Cara mengikuti lelang di
IBID pun mudah. Calon pembeli hanya perlu mendaftarkan diri dan menyetor
deposit dalam bentuk Nomor Peserta Lelang sebesar Rp 1 juta untuk motor, Rp 5
juga untuk mobil, dan Rp 100.000 untuk gadget.
Jika memenangkan lelang, pembeli
tinggal membayarkan harga yang sudah disepakati dikurangi dengan uang jaminan
yang sudah disetorkan. Sebaliknya jika kalah, deposit tersebut kembali 100
persen.
Terlebih lagi, masyarakat
juga dapat mengikuti lelang IBID secara online. Melalui website resmi IBID di www.ibid.astra.co.id, masyarakat dapat mendaftarkan diri,
membeli NPL, dan mengikuti lelang secara Online maupun Live Auction.
Dengan beragam keunggulan
dan kemudahan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memiliki opsi membeli
kendaraan dengan lebih mudah, baik untuk memenuhi kebutuhan transportasi harian
maupun untuk mudik lebaran tahun ini.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



