Geliat "Leisure Economy" Menggerakkan Ekonomi Nasional

Geliat "Leisure Economy" Menggerakkan Ekonomi Nasional

Masyarakat Indonesia, utamanya generasi milenial, kini lebih suka menghabiskan waktu dan uang untuk entertainment dan lifestyle. Mereka  memilih nongrong d

Masyarakat Indonesia, utamanya generasi milenial, kini lebih suka menghabiskan waktu dan uang untuk entertainment dan lifestyle. Mereka  memilih nongrong di café bersama teman atau berlibur ke berbagai destinasi wisata. Fenomena ini kemudian membuat leisure economy semakin menggeliat.Apa itu leisure economy? Istilah ini pertama kali dipakai dalam buku "The Leisure Economy: How Changing Demographics, Economics, and Generational Attitudes Will Reshape Our Lives and Our Industries" karya Linda Nazareth.Dia menulis bahwa leisure economy terjadi akibat pergeseran pola konsumsi dari good-based consumption menjadi experience-based consumption. Barang bukan lagi jadi konsumsi utama masyarakat, melainkan "pengalaman". Mereka lebih mengedepankan hiburan alias leisure ketimbang membeli barang semata.Dari situ muncul istilah leisure economy, di mana industry-industri hiburan mulai berkembang dan berdampak signifikan terhadap perekonomian. Okupansi hotel terus meningkat, destinasi wisata kian variatif, bioskop penuh, café bertebaran di mana-mana, dan konser musik makin merajalela.Terbukti, Badan Pusat Statistik mencatat pada 2017 tingkat okupansi hotel berbintang mencapai 64,99 persen, meningkat 3,28 persen dari tahun 2016. Tak hanya itu, survei Jatpat terhadap 1.005 orang berusia 20-45 tahun menunjukkan bahwa 83 persen responden mengaku datang ke restoran untuk bersosialisasi dengan teman, 48 persen bermaksud menghabiskan waktu luang, dan 24 persen untuk berfoto-foto.Hal unik dari perkembangan leisure economy ini adalah para konsumen secara sukarela mempromosikan pengalaman mereka. Ketika datang ke restoran unik atau tempat wisata menarik, mereka berfoto lalu menggunggahnya ke media sosial, tanpa dibayar.Kemudian, ketenaran tempat tersebut mulai menanjak lewat "mulut ke mulut" atau lebih tepatnya dari review positif. Fenomena ini bisa dilihat dari perkembangan destinasi pantai di dunia. Ternyata, ombak yang berkualitas bisa menjadi tambang emas pariwisata.Ketika peselancar menemukan titik ombak berkualitas, pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut naik hingga 3 persen dalam lima tahun kemudian. Mengutip data dari majalah Marketing edisi Februari 2018, ombak berkualitas tinggi bahkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi bernilai 50 miliar US dollar per tahun secara global.Tak hanya destinasi pantai, industri pariwisata secara umum mulai menjadi tonggak vital ekonomi negara, termasuk Indonesia. Tahun 2016 sektor pariwisata telah menyumbang 10 persen dari Pendapatan Domestik Bruto nasional. Lebih jauh, tiap tahun sektor ini tumbuh sekitar 4,8 sampai 6,9 persen.Leisure economy pun kini semakin menggurita berkat kecanggihan teknologi digital. Lewat layar smartphone, orang dengan mudah dapat membeli tiket pesawat, tiket konser, atau melakukan reservasi hotel dan memesan sewa mobil untuk alat transportasi di tempat wisata tujuan.Kemudahan akses untuk reservasi tersebut kini ditawarkan oleh berbagai industri. Dukungan akses digital diperlukan untuk menjadi yang terdepan di tengah ketatnya kompetisi bisnis. Hal ini juga disadari oleh TRAC. Anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA) yang bergerak di bidang jasa penyewaan kendaraan ini turut memberikan kemudahan reservasi secara online.Melalui website www.trac.astra.co.id, konsumen dapat melakukan pemesanan kebutuhan transportasi untuk leisure maupun perjalanan bisnis. Selain kemudahan akses ini, TRAC juga mengembangkan layanan demi memenuhi gaya hidup masyarakat dengan menawarkan beragam paket wisata domestik.TRAC memiliki pilihan paket wisata ke beragam destinasi populer di Indonesia. Paket ini telah mencakup sewa mobil, layanan driver, itinerary perjalanan, biaya bensin, tol, dan parkir juga asuransi perjalanan. Jadi, konsumen bisa menikmati wisata dengan tenang. Pengalaman berjalan-jalan ke berbagai tempat wisata seperti inilah yang kini mulai digandrungi. Maka tidak berlebihan jika leisure economy dianggap mampu mendongkrak ekonomi, seiring pertumbuhan konsumsi "pengalaman" masyarakat yang juga kian meningkat. Harapannya, industri pariwisata dapat menanjak dan perekonomian di wilayah-wilayah wisata bisa berputar lebih cepat.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag