Jelang Lebaran, Kemenhub Siapkan 7,2 Juta Kursi Pesawat

Jelang Lebaran, Kemenhub Siapkan 7,2 Juta Kursi Pesawat

Masyarakat yang hendak mudik dan berlibur lebaran menggunakan jalur udara dapat menghela nafas lega karena Kementerian Perhubungan sudah mengalokasikan 7,2 ju

Masyarakat yang hendak mudik dan berlibur lebaran menggunakan jalur udara dapat menghela nafas lega karena Kementerian Perhubungan sudah mengalokasikan 7,2 juta kursi pesawat untuk rute domestik dan internasional. "Tahun ini jumlah kursi pesawat yang disediakan untuk domestik 5.996.342 kursi dan internasional 1.212.670 kursi dengan total armada 541 pesawat," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso dikutip dari industri.bisnis.com, Kamis (17/05). Penambahan tersebut dilakukan mengingat kebutuhan transportasi udara tiap tahun kian meningkat. Hal ini sejalan dengan data jumlah pengguna jasa penerbangan pada 2017 yang naik 12,88 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan untuk tahun ini, perkiraan jumlah penumpang mencapai 5.001.286 orang untuk tujuan domestik dan 869.537 penumpang internasional. Jadi, jumlah 7,2 juta tiket pesawat tersebut lebih tinggi 22 persen dari perkiraan penumpang. Peningkatan tersebut sekaligus dapat menjadi salah satu indikator meningkatnya perekonomian. Pasalnya, harga tiket pesawat masih lebih mahal ketimbang jenis transportasi lain. Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk membeli tiket pesawat bisa menandakan kesejahteraan ekonomi yang lebih baik. Faktor pendorong masyarakat memilih jalur udara—selain peningkatan ekonomi—adalah efisiensi waktu. Tak dapat dimungkiri, saat ini pesawat masih menjadi transportasi dengan kecepatan paling tinggi. Pesawat juga tidak menemui kendala kemacetan seperti yang kerap ditemui pada transportasi darat. Jika menggunakan jalur udara, pemudik bisa berangkat ke kampung halaman saat mendekati hari libur dan kembali tepat waktu sebelum masa cuti bersama habis. Mereka pun dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa khawatir terjebak macet dan ketidakpastian dalam perjalanan. Untuk puncak arus lebaran, pemerintah memprediksi akan terjadi tanggal 8 dan 9 Juni 2018, sedangkan puncak arus balik diperkirakan tanggal 19, 20, 23, dan 24 Juni 2018. Pada waktu-waktu tersebut Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub memperkirakan terjadi penumpukan penerbangan dan penumpang di bandara. Untuk mengantisipasi hal ini, dia menghimbau agar maskapai penerbangan dan pengelola bandara menyiapkan personel tambahan. Pasalnya, tingkat kesibukan bandara jelang mudik dan arus balik cukup tinggi. Menilik tahun-tahun sebelumnya, banyak penumpang yang baru mendarat tertahan di bandara selama berjam-jam karena beragam faktor, salah satunya kendala transportasi dari bandara. Oleh karena itu, pemudik perlu mempersiapkan transportasi terpercaya dari bandara menuju tempat tujuan, selain tentu saja menyiapkan tiket pesawatnya. Jangan sampai setelah sampai di bandara tujuan, masih harus antre kendaraan. Memenuhi kebutuhan tersebut, TRAC, sebagai anak perusahaan PT Serasi Autoraya yang bergerak di bidang penyewaan transportasi, memiliki solusi transportasi yang aman dan nyaman dari bandara ke tempat tujuan. TRAC menawarkan layanan Airport Transfer untuk menjawab kebutuhan antar jemput dari dan menuju bandara. Layanan Airport Transfer TRAC ini dapat membantu pemudik untuk sampai di kampung dengan aman, nyaman, dan cepat. Harapannya, adanya layanan transportasi tersebut, didukung oleh antisipasi pemerintah untuk menambah tiket pesawat, masyarakat yang hendak mudik lebaran tahun ini dapat menikmati perjalanan yang lebih menyenangkan.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag