Tambahan Cuti Lebaran Tak Pengaruhi Aktivitas Logistik

Tambahan Cuti Lebaran Tak Pengaruhi Aktivitas Logistik

Cuti Lebaran tahun 2018 lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, aktivitas logistik tidak akan terganggu demi menjaga pasokan kebutuhan nasiona

Cuti Lebaran tahun 2018 lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, aktivitas logistik tidak akan terganggu demi menjaga pasokan kebutuhan nasional. Beberapa kebijakan bahkan disiapkan agar jalur logistik tetap aktif selama musim mudik dan arus balik."Perusahaan logistik harus tetap beroperasi saat lebaran 2018," tegas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari Liputan6.com, (04/05).Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berunding bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) dan Indonesian National Shipowners Association (INSA). Mereka pun menyatakan tidak keberatan dengan keputusan ini.Di sisi lain, Menteri Budi menghimbau masyarakat memanfaatkan cuti lebaran yang cukup panjang ini untuk berangkat mudik lebih awal. Hal ini akan memecah arus lalu lintas sehingga aktivitas logistik tetap bisa berjalan.Terlebih lagi, kesiapan mudik lebaran tahun 2018 dinilai meningkat ketimbang tahun sebelumnya. Kementerian PUPR menyatakan jalur mudik sudah diperbaiki dan diperluas, di antaranya jalur Banten-Yogyakarta, Yogyakarta-Ponorogo, dan pantai utara (Pantura) Jawa.Selain itu, tol Trans Jawa dari Jakarta sampai Surabaya akan siap dilalui pemudik meskipun sebagian ruas tol masih fungsional. Masyarakat pun punya opsi jalur mudik yang lebih banyak sehingga beban volume kendaraan bisa terbagi-bagi.Kementerian Perhubungan juga sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas musim mudik 2018. Pemerintah akan menerapkan pembatasan operasional kendaraan barang dengan sumbu tiga atau lebih, juga kendaraan dengan Jumlah Berat yang Diizinkan lebih dari 14.000 kilogram.Namun demikian, pembatasan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan angkutan barang bahan bakar minyak dan gas, pupuk, bahan pokok, ternak, susu murni, barang antaran pos, uang, dan barang untuk ekspor dan impor."Mohon truknya ada sign khusus sehingga mempermudah petugas kepolisian, jadi tidak perlu dicek satu per satu. Pengangkut air minum dari Sukabumi ke Jakarta pun harus diantisipasi dengan dikirim seawal mungkin ke Jakarta," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, dikutip dari industri.bisnis.com, Sabtu (14/04).Pembatasan tersebut berlaku dari H-3 sampai H-1 lebaran, sedangkan untuk arus balik diberlakukan mulai 22-24 Juni. Lokasi pembatasan di antaranya di tol Jakarta-Merak, tol Jakarta-Cikampek, tol Lingkar Luar Jakarta, tol Bogor-Ciawi, tol Palimanan-Kanci-Pejagan, tol Purbalenyi, dan tol Surabaya-Mojokerto.Hal tersebut tentu saja juga berlaku untuk perusahaan logistik seperti SELOG, salah satu anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA). SELOG akan tetap berusaha memberikan pelayanan logistik terbaik bagi para pelanggan selama libur lebaran.Saat ini, SELOG memiliki layanan Freight Forwarding yang memberikan jaminan keamanan (safety), tepat waktu (on time), dan zero defect, di samping ada Courier Services, jasa kurir ekspres untuk mengirimkan paket dengan layanan same day service, next day service, dan regular service.Dengan beroperasinya sektor logistik, roda ekonomi tetap bisa berjalan selama cuti libur lebaran. Apalagi, beragam kebijakan pemerintah sudah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag