Integrasi Tol JORR Dapat Tingkatkan Efisiensi Biaya Logistik

Integrasi Tol JORR Dapat Tingkatkan Efisiensi Biaya Logistik

Pemerintah berencana mengintegrasikan sistem transaksi di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) sehingga nantinya pengguna tol hanya membayar satu kali saja. Kebij

Pemerintah berencana mengintegrasikan sistem transaksi di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) sehingga nantinya pengguna tol hanya membayar satu kali saja. Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik, selain juga dapat memperbaiki standar pelayanan jalan tol.Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna, dikutip dari Liputan6.com, strategi tersebut akan menurunkan biaya logistik. Hal ini mengingat 90 persen angkutan logistik masih menggunakan jalur darat."Sementara itu, 72 persen dari total komponen pembentukan biaya logistik merupakan biaya transportasi angkutan logistik, di dalamnya termasuk biaya untuk membayar tol," kata Herry pada Senin (02/06).Dengan integrasi tol JORR ini nantinya pengguna tol hanya perlu melakukan satu kali transaksi saja, sedangkan saat ini transaksi sering kali dilakukan 2-3 kali karena 4 ruas tol dengan panjang total 76,43 kilometer ini masih dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang berbeda.Namun demikian, konsekuensi dari integrasi tol JORR tersebut adalah penyesuaian tarif dengan skema harga yaitu sebesar Rp 15.000 untuk golongan I lalu Rp 22.500 untuk kendaraan golongan II dan III. Sementara itu, kendaraan golongan IV dan V yang merupakan truk 4-5 gander dikenakan tarif sama, yaitu seharga Rp30.000. Meskipun tarif tol JORR akan naik, pengguna jarak jauh justru diuntungkan karena bisa berhemat hingga 70 persen. Bahkan faktanya, sekitar 61 persen pengguna tol membayar lebih murah. Terlebih lagi, tarif kendaraan golongan II,III, IV, dan V akan mengalami penurunan.Layanan tol meningkatIntegrasi tol JORR tersebut juga sepertinya dapat meningkatkan standar pelayanan minimal bagi pengguna jalan tol. Strategi ini, salah satunya, membuat antrean masuk tol berkurang."Lima gerbang tol yang ada akan dihilangkan sehingga mengurangi antrean di tol. Integrasi tol juga bertujuan mendukung sistem logistik nasional agar lebih efisien dan berdaya saing," tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono seperti dilansir dari situs web industribisnis.com, Rabu (27/6).Beliau juga menjelaskan kebijakan tersebut merupakan tahap awal menuju transaksi tol menerus atau multi lane free flow (MLFF) yang rencananya akan diberlakukan pada tahun 2019.Sebenarnya, integrasi tol sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, kebijakan sama pernah diterapkan di ruas tol Jakarta-Palimanan pada 2016 yang kemudian dilanjutkan hingga Brebes Timur. Tahun 2017, ruas Jakarta-Tangerang-Merak juga memberlakukan hal sama. Begitupun dengan ruas tol Jagorawi dan tol Semarang seksi ABC pada 2018.Strategi tersebut pun seharusnya memberikan angin segar bagi layanan logistik di dalam negeri. Layanan logistik akan semakin efisien dan dapat diakses oleh lebih banyak pelaku bisnis sebagai pendukung jasa pengiriman barang yang aman dan tepat waktu. Contohnya SELOG.SELOG sebagai salah satu anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA) yang berpengalaman melayani jasa logistik terpercaya pun semakin siap memberikan pelayanan terbaik. SELOG menjamin keamanan, tepat waktu dan barang sampai ke tangan pembeli tanpa cacat.Pada akhirnya, pengguna jasa logistik pun diuntungkan dengan peningkatan layanan yang merupakan imbas strategi integrasi tol JORR. Daya saing dan pertumbuhan nasional pun bisa kian meningkat.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag