Menaklukkan "Sang Millennials", Target Market Paling Potensial

Menaklukkan "Sang Millennials", Target Market Paling Potensial

Generasi millennials atau Gen Y mulai mendominasi populasi Indonesia. Generasi yang sekarang berusia 18-35 tahun ini akan menjadi pemain utama sekaligus target

Generasi millennials atau Gen Y mulai mendominasi populasi Indonesia. Generasi yang sekarang berusia 18-35 tahun ini akan menjadi pemain utama sekaligus target market paling potensial. Namun, menaklukkan Gen Y tidaklah mudah.Mereka termasuk generasi penguasa internet. Sekitar 49,52 persen dari penduduk Indonesia yang menggunakan internet berusia 19-34 tahun, menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017. Angka penetrasinya bahkan lebih tinggi lagi, mencapai 74,23 persen. Temuan lain dari survei Google Consumer Barometer menunjukkan aktivitas yang dilakukan Gen Y saat berselancar internet. Sebanyak 86 persen menyatakan mencari hiburan dan 68 persen mengaku menggunakan internet sebagai sumber informasi.Oleh karena itu, bukan kejutan jika Gen Y lebih melek digital dan banyak melakukan konsumsi secara online. Meski demikian, insight ini belum cukup untuk menaklukkan Gen Y. Brand harus mengamati lebih dalam mengenai gaya hidup, pola konsumsi, juga prioritas finansial Gen Y.Survei Kompas berjudul "Indonesian Millennials: We Want to Own a House", mengungkap bahwa Gen Y sebenarnya masih suka menabung. Sebanyak 68 persen menyisihkan pendapatan untuk ditabung.Sementara itu dari segi pengeluaran, ternyata Gen Y lebih suka menghabiskan waktu dan uang untuk berlibur, yaitu sebanyak 66 persen. Lalu, sekitar 30 persen untuk menikmati fashion sedangkan 25 persen untuk hang out alias nongkrong.Merayu Gen YLalu pertanyaannya sekarang, bagaimana cara merebut hati Gen Y? Meskipun merupakan market potensian, Gen Y ternyata dianggap kurang loyal terhadap brand ketimbang pendahulu mereka.Riset Bridge.over tahun 2017 yang mengambil studi kasus terkait pemilihan akomodasi hotel menyimpulkan hal tersebut. Sejumlah 70,2 persen responden mengatakan bahwa Gen Y kurang loyal.Namun, kabar tersebut juga bisa menjadi pesan positif. Artinya, semua brand memiliki kesempatan sama untuk merayu Gen Y mencoba produk, bahkan menjadi pengguna loyal yang nantinya merekomendasikan produk sama kepada kawan dan kerabat.Oleh karena itu, brand harus mulai mengatur ulang strategi untuk "merayu" Gen Y. Menurut Dosen Universitas Prasetiya Mulya, Suherman Widjaja, hal terpenting ketika mulai masuk ke penjualan digital adalah mengamati proses konsumen ketika membeli produk secara online. Proses ini didahului oleh keinginan atau intensi untuk membeli.Dikutip dari majalah Marketing edisi Februari 2018, dia menjabarkan tiga faktor pemicu intensi, yaitu persepsi nilai yang didapat dari kepercayaan (trust), persepsi risiko (perceived risk), dan gabungan pengalaman nyata (valence of experience).Trust bisa diperoleh saat konsumen berhadapan dengan website atau platform penjualan online lain, sedangkan perceived risk terdiri dari berbagai risiko yang mungkin muncul akibat pembelian, misalnya risiko waktu, materi, keamanan, dan lain sebagainya.Sementara itu, valence of experience terdiri dari tiga elemen penting. Pertama, kenyamanan ketika mengakses layanan setiap saat tanpa harus keluar rumah. Kedua, kualitas website yang mudah dipahami, informasinya relevan, dan relevan terhadap kebutuhan. Terakhir, kemudahan akses ketika konsumen memilih varian produk atau layanan.Dengan mengasah touch point di setiap proses pembelian tersebut, brand tentu mampu memiliki nilai lebih untuk mendorong konsumen Gen Y melakukan pembelian berulang. Misalnya, untuk menjual produk atau layanan travelling, brand wajib memberikan kemudahan akses reservasi online.Hal tersebut juga telah diterapkan oleh TRAC, anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA) yang bergerak di bidang jasa penyewaan transportasi terpercaya. TRAC menyediakan website untuk reservasi online dan memuat beragam informasi menarik seputar travelling.Melalui situs web www.trac.astra.co.id, konsumen dapat mencari informasi terkait destinasi unik atau tips travelling yang bermanfaat. Tak hanya itu, TRAC juga menyediakan paket wisata menjelajah wisata favorit. Jadi, konsumen tidak perlu repot mencari transportasi dan mengatur jadwal liburan.Harapannya, kemudahan dan beragam pilihan layanan tersebut mampu memenuhi kebutuhan semua konsumen, termasuk Gen Y. Layanan dan produk yang dikemas sedemikian rupa ini pun dapat semakin menempatkan Gen Y sebagai market potensial.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag