Strategi UKM Siasati Keterbatasan Modal

Strategi UKM Siasati Keterbatasan Modal

Usaha Kecil Menangah (UKM) dalam negeri menghadapi sederet tantangan. Tak hanya berusaha meningkatkankeuntungan penjualan, banyak UKM masih harus memeras keri

Usaha Kecil Menangah (UKM) dalam negeri menghadapi sederet tantangan. Tak hanya berusaha meningkatkankeuntungan penjualan, banyak UKM masih harus memeras keringat untuk memenuhi kebutuhan operasional. Padahal, UKM memberikan sumbangsih cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Data tahun 2017 dari Badan Pusat Statistik memperlihatkan bahwa kontribusi UKM terhadap Produk Domestik Bruto mencapai 61,41 persen. Tak hanya itu, pertumbuhan UKM juga berperan penting membuka lapangan pekerjaan baru. Pada tahun sama, penyerapan tenaga kerja UKM hampir 97 persen dari total tenaga kerja nasional. Menilik angka tersebut, tidak berlebihan jika UKM menjadi elemen penting pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, perbaikan bisnis yang dilakukan secara terus menerus perlu dilakukan para pelaku UKM, terutama untuk menyiasati kebutuhan operasional seperti kendaraan atau komputer. Terlebih lagi, biaya operasional bagi UKM menjadi salah satu bahan bakar yang memutar roda bisnis UKM. Namun pada praktiknya, masih banyak pelaku UKM harus berhadapan dengan keterbatasan modal. Menyiasati hal tersebut, pelaku usaha sebenarnya dapat melakukan beberapa cara untuk memenuhi kebutuhan operasional tanpa harus mengeluarkan modal terlalu besar. Bahkan, kadang kala cara ini dapat menekan pengeluaran. Salah satu strategi yang mudah dan efisien untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dan komputer adalah melalui pelelangan. UKM bisa memilih kendaraan dan komputer yang kondisinya masih baik namun sesuai dengan budget. Strategi tersebut tentu lebih menghemat biaya ketimbang membeli kendaraan atau komputer baru. Apalagi, aset seperti ini nilainya pasti semakin turun dan masa pakainya akan habis. Jika membeli aset di balai lelang, UKM dapat memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan dana yang tersedia. Umumnya, balai lelang menyajikan banyak pilihan kendaraan atau gadget, segala merek dan kondisi, tinggal pilih yang dibutuhkan. Pelaku UKM juga dapat melihat bahkan memeriksa kondisi barang pada saat open house, sebelum akhirnya memutuskan ikut lelang. Selain itu, barang yang dibeli di balai lelang bisa dalam satuan atau jumlah banyak, seperti di IBID-Balai Lelang Serasi. Salah satu anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA) yang berada di bawah naungan Astra tersebut menawarkan layanan pembelian dan penjualan aset kendaraan (mobil dan motor), alat berat, dan gadget (komputer, laptop, dan smartphone) melalui pelelangan. Lebih dari itu, IBID menawarkan transparansi dalam penilaian barang yang dilelang. Untuk lelang mobil, IBID menggunakan teknologi khusus untuk menilai kondisi mobil secara transparan, akurat, dan menyeluruh. Penilaiannya sendiri sudah diklasifikasikan dari A sampai E. Sebagai contoh, nilai A dan B berarti mobil yang dilelang tersebut hanya butuh sedikit perbaikan. Dengan demikian, pelaku UKM dapat memilih mobil yang minim perbaikan. Selain penilaian yang akurat, aturannya di IBID pun jelas. Mereka yang berminat ikut lelang mobil tinggal mendaftar sebagai peserta lelang. Dengan biaya Rp5 juta, peserta akan mendapatkan Nomor Peserta Lelang (NPL) untuk menawar satu mobil. Uang tersebut akan dikembalikan 100 persen jika pembeli tidak memenangkan lelang. Sementara itu, jika memenangkan lelang, pembeli hanya perlu membayar sisa harga saja. Misal, harga mobil adalah Rp 100 juta, maka pembeli cukup membayar Rp95 juta saja. Melalui alternatif lelang tersebut, diharapkan pelaku UKM memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan operasional bisnis tanpa harus kebobolan modal. UKM Indonesia pun akan lebih berkembang, mendorong perekonomian nasional sekaligus meningkatkan lapangan pekerjaan.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag