Mengusung Konsep Bisnis Halal

Mengusung Konsep Bisnis Halal

Konsep bisnis halal semakin berkembang pesat, termasuk sertifikasi label halal di berbagai produk. Cakupan bisnisnya juga kini tak hanya mencakup sektor makanan

Konsep bisnis halal semakin berkembang pesat, termasuk sertifikasi label halal di berbagai produk. Cakupan bisnisnya juga kini tak hanya mencakup sektor makanan, minuman, kosmetik, dan fashion semata, tapi sudah merambah ke pariwisata, entertainment, juga produk digital.Hal tersebut tak terlepas dari gaya hidup halal masyarakat yang kian tumbuh subur. Banyaknya konten digital dari para vlogger tentang gaya hidup halal turut mendorong fenomena ini."Lebih jauh, produk berkonsep halal telah menarik minat banyak konsumen, tanpa memandang latar belakang agama, untuk mendapatkan transparansi, keamanan proses pengolahan, dan layanan," tulis Prof Dr Jonathan A.J Wilson di majalah Marketeers edisi Juli 2017.Beragam kategori produk halal pun semakin menggurita dan saling terkait satu sama lain. Bisnis ini berkaitan mulai dari bahan baku, proses pengolahan, layanan, sampai finansial."Menariknya, konsumsi masyarakat tehadap produk halal bahkan sudah menyebar ke berbagai negara,  sampai-sampai sektor-sektor industri (halal) yang saling terkait ini memiliki nilai hingga triliunan dollar AS," lanjut Wilson.Meski demikian, Indonesia yang memiliki market besar untuk produk halal, ternyata masih harus menghadapi beragam tantangan. Saat ini, posisi Indonesia terkait perkembangan ekonomi syariah menurut Global Islamic Economy Report 2016/2017 masih berada di posisi ke-10, setelah Qatar dan Jordan.Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW), Ikhsan Abdullah, bisnis halal dalam negeri masih harus menaklukkan beragam tantangan, salah satunya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap produk halal.“Pemahaman masyarakat Indonesia tentang produk halal masih terbilang kurang. Warga Indonesia beranggapan semua produk di pasar adalah produk yang halal,” kata Ikhsan kepada Republika.co.id, Senin (16/04).Selain itu, persaingan industri halal semakin kencang. Teknologi dan perdagangan bebas telah membuka kanal perdagangan. Produk halal dalam negeri pun harus bersaing dengan produk halal dari luar negeri.Namun, tantangan tersebut bukanlah sebuah halangan. Potensi pasar yang besar bisa menjadi kesempatan emas untuk pebisnis Indonesia. Kebutuhan pasar pun kian berkembang sehingga membuka peluang baru, termasuk keperluan akan transportasi terpercaya yang halal.Peluang tersebut pun tak disia-siakan oleh TRAC. Sebagai unit bisnis PT Serasi Autoraya (SERA) yang bergerak di bidang penyewaan transportasi terpercaya, TRAC menawarkan layanan sewa mobil berbasis syariah yang tersedia bagi korporasi atau perusahaan.TRAC Syariah merupakan produk pertama di Indonesia yang secara legal menghadirkan layanan ijarah, yaitu aktivitas sewa-menyewa kendaraan yang sesuai dengan hukum Islam. Semua kendaraan diperoleh secara halal melalui mekanisme mudarabah atau sistem kerja sama pembiayaan usaha produksi yang hasilnya akan dibagi sesuai dengan perjanjian, dan dilindungi oleh asuransi berdasarkan prinsip syariah. TRAC Syariah juga terbuka soal dana dalam mengelola kendaraan, dan juga dapat dikembangkan menjadi produk mudarabah dengan konsep bagi hasil.Layanan baru ini sendiri mendapatkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional untuk menjalankan bisnis layanan sewa mobil berbasis syariah berdasarkan surat rekomendasi yang dikeluarkan pada tanggal 7 November 2016.Dengan demikian masyarakat pun dapat menikmati layanan halal dari transportasi terpercaya. Untuk informasi terkait unit bisnis SERA lainnya dapat dilihat lebih lanjut di halaman berikut ini.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag