Saatnya Beralih ke Lelang Digital

Kabar baik datang bagi yang hobi otomotif. Pembelian mobil kini tak hanya dilakukan di diler, tetapi juga bisa secara lelang di balai lelang. Bahkan, pembelian
Kabar baik datang bagi yang hobi otomotif. Pembelian mobil kini tak hanya dilakukan di diler, tetapi juga bisa secara lelang di balai lelang. Bahkan, pembelian secara lelang lewat platform digital juga mulai digemari sebagian masyarakat.Bisnis daring memiliki peluang yang begitu besar. Riset yang dilakukan oleh Tetra Pak Indonesia 2018 semakin menunjukkan kemantapan pasar daring tersebut. Communications Manager Tetra Pak Indonesia, Gabrielle Agriani, mengatakan, di Jakarta saja, misalnya, sekitar 1,2 persen konsumen telah melakukan aktivitas belanja secara daring pada 2016. "Itu diharapkan terus tumbuh hingga 5,4 persen pada 2030," ujar Gabrielle dikutip Suara.com, Kamis (09/08).Secara statistik, pembeli daring di Indonesia meningkat setiap tahun. Pada 2015, jumlah pembeli daring mencapai 18 juta orang (JPNN.com, 06/07). Bahkan, Statista.com mencatat bahwa jumlah ini naik sekitar 10 juta orang pada 2017 menjadi 28,1 juta orang dan diperkirakan pada 2018 mencapai 31,6 juta orang.Mengenai pembelian mobil, kecenderungan yang dilakukan konsumen saat ini terlebih dulu browsing di internet tentang jenis-jenis mobil sebelum pergi ke tempat penjualan mobil. Meski demikian, Industry Head Google Indonesia Amalia Fahmi, menjelaskan sekitar 49 persen dari 508 responden penelitian mau membeli mobil secara daring."Ini fakta yang menarik. Dan, memang sudah ada e-commerce yang bisa melakukan itu," kata Amalia kepada Kompas.com, (11/04/2017). Tentu saja, konsumen segmen seperti inilah yang bakal meyemarakkan pembelian mobil secara daring ke depan.Hal sama juga berlaku untuk pembelian mobil secara lelang. Balai lelang mobil harus mulai memberikan layanan secara digital. Salah satu balai lelang yang secara perlahan namun pasti dalam memberikan layanan lelang daring di Indonesia adalah IBID-Balai Lelang Serasi. IBID yang bergerak di bisnis lelang mobil ini adalah lini bisnis PT Serasi Autoraya (SERA) juga di bawah naungan Grup Astra.Menurut Presiden Direktur IBID-Balai Lelang Serasi Daddy Doxa Manurung, langkah membangun lelang daring salah satunya demi mengikuti amanat pemerintah. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan mengimbau agar balai lelang mulai masuk dunia digital."DJKN sudah mendorong semua perusahaan balai lelang harus berani masuk ke online, digital, tak bisa ditolak," ujar Doxa sembari mencontohkan Jepang sebagai negara yang berhasil menerapkan sistem lelang digital.Oleh karena itu, IBID mengembangkan sistem inspeksi mobil bekas. "Melalui sistem yang sudah dirancang, nantinya aplikasi tersebut sudah bisa menentukan grade atau rapor mobil bekas: apakah nilainya A, B, C dan seterusnya," kata dia.Menurut Doxa, sistem itu menjadi kunci balai lelang untuk bisa masuk dunia digital. "Jadi yang dari Papua, misalnya, tak perlu mengirim teknisi jauh-jauh dari sana untuk ke Jakarta mengecek mobil. Hanya tinggal melihat dari penilaian tersebut," ucap dia.Saat ini, layanan lelang daring IBID masih berbasis situs web, tapi nantinya akan bisa dilakukan melalui aplikasi berbasis Android dan iOS. Lebih jauh tentang IBID, Anda dapat membacanya di laman berikut ini atau mengakses media sosial IBID di Facebook, Twitter, dan Instagram.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



