Lewat Infrastruktur Pemerintah Tekan Biaya Logistik

Lewat Infrastruktur Pemerintah Tekan Biaya Logistik

Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Selain untuk pemerataan hasil pembangunan, juga untuk meningkatkan daya sa

Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Selain untuk pemerataan hasil pembangunan, juga untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus memperlancar mobilitas antar-daerah. Dampaknya, strategi ini mampu mengurangi biaya logistik.Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku optimistis pada 2019 pembangunan konektivitas jalan mampu menurunkan biaya logistik menjadi 20 persen dari produk domestik bruto (PDB). Tahun ini, biaya logistik masih 24 persen dari PDB.Pemerintah akan menyelesaikan pembangunan jalan tol baru sepanjang 1.852 kilometer dan pembangunan jalan nasional baru sepanjang 2.650 kilometer pada periode 2015 sampai 2019. Selain itu, turut pula disediakan jalan akses sepanjang 500 kilometer menuju 24 pelabuhan utama, 60 pelabuhan penyeberangan dan jalan pendukung pengembangan 25 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).Menurut Basuki, seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (23/08), berbagai upaya ini ditujukan untuk menurunkan waktu tempuh di jalur logistik utama, yakni dari 2,7 jam per 100 kilometer pada 2014 menjadi 2,2 jam per 100 kilometer pada 2019.Selain jalur darat, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pemerintah juga fokus pada proyek tol laut. Dari 100 tol kapal laut dan perintis yang ditargetkan, saat ini baru kelar 84 unit kapal. "Apabila ini selesai, maka tol laut akan lebih efektif," tutur dia seperti dikutip dari Alinea.id, Rabu (24/10).Tol laut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyuplai logistik dengan memberikan susbsidi ke sejumlah titik di Indonesia Timur.Dalam pembangunan infastruktur tol laut, pemerintah mengeluarkan hampir Rp 400 miliar setiap tahun. Namun, dalam proses pembangunan, kata Budi, masih menghadapi beberapa hambatan, di antaranya lokasi yang jauh sehingga kontrol lemah. Oleh karena itu, Kemenhub akan melibatkan sejumlah pihak untuk menggunakan teknologi internet sebagai bentuk pengawasan di lapangan.Selain tol laut, jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi juga terus dikebut guna meningkatkan kapasitas penumpang kereta api, terutama di lintasan Bogor-Sukabumi. Budi menjelaskan, dengan infrastruktur ini, masyarakat akan memiliki pilihan moda transportasi dari Sukabumi ke Jakarta.Selain itu, dibangunnya jalur ganda diharapkan dapat memindahkan jalur distribusi air mineral dari jalan raya ke kereta api. Saat ini, banyak kendaraan yang lewat jalan raya Bogor yang menyebabkan kerusakan pada jalan. "Kami akan upayakan kita pindahkan angkutan air tersebut melalui jalan kereta api," ucapnya kepada Bisnis.com, Minggu (26/08).Untuk pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi sejauh 57 kilometer ini, Kemenhub menyiapkan anggaran Rp 2,4 triliun. Budi menargetkan, pembangunan dapat rampung dalam dua tahun mendatang. Saat ini, progres pembangunan masih 10 persen.Terkait biaya logistik, Budi menyebutkan, target yang ingin dicapai pemerintah adalah mengurangi biaya logistik dari 24 persen menjadi 19,2 persen pada 2019. Ia optimis penurunan itu bisa terjadi. Indikasinya adalah dengan adanya beberapa operator besar yang sudah masuk ke Indonesia.Menurut Budi, dengan kedatangan kapal-kapal besar ke Indonesia, skala ekonomi yang terjadi di dalam negeri semakin baik. Secara tidak langsung, kapal-kapal itu juga menarik barang-barang yang selama ini ke negara lain menjadi ke Jakarta. "Dengan mereka datang dan sekarang ini intensif tiga kali sebulan, itu satu indikasi economic of scale dari Priok sudah terjadi," ucapnya (Kontan.co.id, Rabu 10/10).Sementara itu, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan Rico Rustombi mengatakan pemerintah harus melakukan studi kelayakan yang terencana untuk mengurangi biaya logistik sehingga disparitas harga dapat diakhiri.Rico mengatakan, Kadin telah melakukan kajian dan menemukan bahwa ada enam hal yang bisa menekan biaya logistik. Salah satu di antaranya adalah pembangunan infrastruktur yang langsung mendukung sektor logistik. Selain itu, regulasi yang jelas dari pemerintah pusat hingga daerah juga dibutuhkan.SELOG selaku anak usaha dari PT Serasi Autoraya (SERA) yang bergerak di sektor logistik turut mendukung program pembangunan infrastruktur pemerintah. Dengan infrastruktur yang ada saat ini, SELOG tetap berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat melalui beragam layanan.SELOG menyediakan layanan lainnya seperti shipping services, shipping agency, freight forwarding, warehouse, dan yard management. Untuk jasa kurir ekspres, SELOG siap untuk mengirimkan paket dengan jenis transportasi yang sesuai dengan kebutuhan.Silahkan klik laman ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan SELOG.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag