Pembiayaan Pelabuhan Kian Mudahkan Pelaku Logistik

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mengaplikasikan sistem baru berupa fasilitas dan layanan pembiayaan jasa kepelabuhan (port service financing/PSF) d
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mengaplikasikan sistem baru berupa fasilitas dan layanan pembiayaan jasa kepelabuhan (port service financing/PSF) di Tanjung Priok, Jakarta, Agustus lalu. Sistem yang menggandeng salah satu bank berplat merah ini dinilai semakin mempermudah para pelaku bisnis logistik khususnya, dan masyarakat pada umumnya.Direktur Utama IPC Evelyn G Masassya mengatakan, skema PSF sudah terintegrasi dengan sistem penerimaan jasa kepelabuhan. Menurut dia, layanan PSF justru lebih memberikan kepastian pembayaran oleh pengguna jasa pelabuhan. (Republika, pada Senin (29/10).Dengan sistem PSF, pelabuhan tidak lagi perlu bergantung pada ketersediaan uang tunai pengguna jasa. Bank akan membayarkan sementara biaya jasa pelabuhan. "Kemudian, pengguna akan membayarkannya kepada bank. Mirip pengguna kartu kredit," ucap dia kepada Kompas.com, Selasa, (07/08).Elvyn mengakui, salah satu tantangan terbesar di industri ini adalah ketidaktersediaan uang tunai yang terkadang dialami konsumen. "Dengan layanan PSF, proses kegiatan sandar, bongkar muat, atau pelayanan jasa pandu kapal tidak terganggu lagi dengan permasalahan tersebut," tutur dia.Di era baru saat ini, kata dia, IPC berkomitmen memberikan kemudahan bagi pengguna jasa baik itu dalam pelayanan operasional dengan modernisasi alat-alat bongkar muat maupun kemudahan dalam transaksi keuangan.Tahap awal, bank rekanan IPC tersebut telah menyiapkan Rp 20 miliar yang dikhususkan pada jasa layanan kapal dan jasa barang. Direktur Hubungan Kelembagaan dari bank bersangkutan, Adi Sulistyowati mengatakan bahwa sasaran pengguna program PSF adalah Perusahaan Keagenan Kapal dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM)."Program pembiayaan ini akan diperluas untuk seluruh jenis pelayanan jasa kepelabuhan," kata Adi kepada Bisnis.com, Selasa (07/08).Layanan PSF diharapkan dapat efektif, khususnya ketika high season dalam negeri dan musim ekspor juga ketika antrean di pelabuhan meningkat seperti jelang Idul Fitri, Natal, dan tahun baru. Terpenting, layanan tersebut harus didukung jaringan teknologi informasi (IT) yang kuat di pelabuhan.Hal tersebut dikarena koneksi internet seringkali menjadi kendala di lapangan. Jika kualitas IT baik, diharapkan proses kegiatan dan transaksi yang berhubungan dengan PSF akan baik, demikian jelas Kontan, Minggu (16/09).SELOG, anak usaha dari PT Serasi Autoraya (SERA) yang bergerak di sektor logistik turut mendukung program pemerintah untuk memudahkan industri logistik. Dengan fasilitas yang ada saat ini, SELOG tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.SELOG hadir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan jasa logistik end to end dengan layanan yang berbeda-beda. Misalnya, contract logistics, shipping services, shipping agency, freight forwarding, warehouse, dan yard management. Untuk jasa kurir ekspres, SELOG siap untuk mengirimkan paket dengan jenis transportasi yang sesuai dengan kebutuhan.Silahkan klik laman ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan SELOG.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



