Beli Mobil di Balai Lelang Aman Kok

Beli Mobil di Balai Lelang Aman Kok

Membeli dengan cara lelang dapat menjadi solusi untuk mereka yang berkeinginan membeli mobil. Khususnya bagi mereka yang ingin membeli dengan harga di bawah pas

Membeli dengan cara lelang dapat menjadi solusi untuk mereka yang berkeinginan membeli mobil. Khususnya bagi mereka yang ingin membeli dengan harga di bawah pasar.Salah satu yang menjadi perhatian dalam membeli mobil di pelelangan adalah surat-surat kepemilikan. Sebab, sebagian besar mobil yang dilelang adalah mobil hasil tarikan kredit. Tapi, menurut Chief Operation Officer IBID-Balai Lelang Serasi Daddy Doxa Manurung, ?balai lelang sudah mengantisipasi hal tersebut.Doxa menjelaskan, dalam brosur lelang selalu disebutkan kondisi surat-surat kendaraan tersebut. Selain itu, balai lelang juga berkomitmen untuk membantu konsumen apabila menghadapi permasalahan dalam mengurus surat.Doxa mengakui, beberapa isu mengenai surat masih kerap dihadapi di balai lelang. Di antaranya, kasus STNK yang diblokir oleh pemilik lamanya sehingga pembeli tidak dapat melakukan pergantian nama. "Ini memang bisa terjadi dan baru ketahuan setelah beberapa bulan setelah lelang. Tapi kami tidak lepas tangan, kami akan bicara ke pihak leasing dan mereka menjelaskan kasusnya seperti apa pada kepolisian," ujarnya.Doxa menambahkan, apabila kasus tidak dapat selesai, uang pembelian akan dikembalikan. Tapi, menurutnya, kasus ini jarang terjadi. Setiap bulan, mungkin hanya tiga sampai lima mobil. Bandingkan dengan jumlah mobil lelang yang bisa mencapai 400 kendaraan per satu kali pelelangan. Lelang IBID di Jakarta saja dilakukan secara rutin dua kali seminggu, jadi dalam sebulan ada sekitar delapan kali lelang.Untuk menghindari hal-hal tersebut, balai lelang pun sudah melakukan pengecekan surat-surat terlebih dahulu sebelum dilelang. Kalaupun ternyata STNK bermasalah, kondisi tersebut akan disampaikan terbuka pada peserta lelang. IBID, misalnya, biasanya mengecek ke Polda setempat untuk memeriksa surat mobil tersebut diblokir atau tidak sebelum masa lelang. Kondisi tersebut akan dicantumkan balai lelang secara terbuka ke peserta lelang.Lelang seharusnya sudah menjadi pilihan masyarakat untuk membeli mobil bekas, di samping datang ke showroom. Ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan termasuk variasi pilihan kendaraan. Kondisi ini berbeda dengan showroom yang hanya dapat menampung beberapa mobil saja.Doxa melanjutkan, selain tipe atau model, keberagaman juga ada dari sisi harga. Dengan kondisi ini, masyarakat dapat memilih mana yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka. "Pihak penyelenggara lelang, Ibid misalnya, akan menginformasikan lengkap kondisi mobil, yang kemudian disesuaikan dengan harga jualnya," ujar Doxa.Keuntungan lainnya, Doxa menambahkan, harga yang ada juga akan lebih menarik dibandingkan harga beli di pasar mobil bekas. Apabila beruntung dan sedikit ada persaingan atau tawar menawar harga, maka konsumen bisa mendapat harga terbaik.Di sisi lain, Doxa mengatakan, proses lelang cukup lama karena jumlah lot mobil satu kali lelang bisa sampai ratusan. Calon konsumen dapat menghabiskan waktu satu hari, terutama jika variasi produknya banyak. Hal ini juga yang membuat peminat balai lelang dari konsumen individu masih sedikit.Doxa menjelaskan, dari rata-rata 10-150 peserta pelelangan kendaraan yang digelar IBID setiap Rabu dan Sabtu, sekitar 90 persen di antaranya merupakan pedagang mobil bekas. Konsumen retail hanya kisaran 10 persen. "Padahal, lelang kendaraan ini bisa untuk siapa saja, perorangan pun bisa," kata dia.Meski demikian, Doxa melanjutkan, kondisi tersebut bisa juga diatasi dengan memanfaatkan opsi live auction dari IBID. Konsumen bisa mengikuti lelang secara real time via daring. Jadi, konsumen retail atau perorangan tetap bisa mengikuti lelang tanpa harus datang ke tempat pelelangan.Terlebih lagi, IBID selalu berupaya memastikan keterbukaan informasi mengenai mobil yang akan dilelang melalui berbagai platform, online maupun offline. Di antaranya, lewat open house yang biasa diadakan beberapa hari sebelum proses lelang. Dalam kesempatan ini, calon peserta dapat mengetahui kondisi kendaraan yang diinginkan. Selain itu, IBID sudah melakukan inspeksi menyeluruh terkait kondisi mobil. Hasil reportnya bisa ditempel di setiap mobil sehingga memudahkan konsumen.Untuk platform digital, IBID telah memiliki situs web untuk mempermudah konsumen mencari mobil melalui pelelangan. Proses mengikuti lelang sudah dilakukan sedari awal secara online di situs www.ibid.astra.co.id. Masyarakat bisa melakukan pendaftaran, mencari mobil, memilih jadwal lelang, melakukan pembayaran, dan mengikuti lelang secara real time tanpa perlu datang ke IBID.IBID yang merupakan anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA) dan bernaung di bawah Astra ini secara rutin melelang berbagai produk otomotif, alat berat, dan gawai. IBID rutin melalukan lelang setiap pekan dengan total frekuensi lelangnya mencapai 50 kali per bulan. Jaringan lelang IBID pun telah merambah ke lebih dari 30 kota besar di Indonesia. Silahkan klik laman berikut ini untuk informasi lebih lanjut mengenai IBID.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag