Industri Logistik Diprediksi Cerah Tahun Ini

Industri logistik Indonesia diprediksi akan semakin berkembang pada 2019. Salah satu faktornya adalah para pelaku usaha logistik akan memanfaatkan perkembangan
Industri logistik Indonesia diprediksi akan semakin berkembang pada 2019. Salah satu faktornya adalah para pelaku usaha logistik akan memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara perlahan demi daya saing. Terlebih, preferensi layanan masyarakat saat ini mulai beralih ke serba digital seiring peningkatan transaksi e-commerce tiap tahun di Indonesia.Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut Kadin Darmansyah Tanaman menjelaskan, bisnis logistik di Indonesia tidak dapat terlepas dari perkembangan teknologi informasi, termasuk e-commerce. Oleh karena itu, pelaku usaha logistik harus dapat menyesuaikan perkembangan teknologi."Kita harus bisa mencari strategi perkembangan teknologi yang ada dari waktu ke waktu, agar kita bisa persiapkan diri agar kita bisa bersaing," ujar Darmansyah kepada Kontan.co.id, Rabu (05/09/2018).Dampak bisnis e-commerce terhadap industri logistik di tanah air di antaranya terlihat di Jawa Tengah. Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah Tony Winarno, keberadaan e-commerce turut memicu lonjakan pengiriman sepanjang 2017."Yang menarik, bila potensi bisnis (logistik) ini memasukkan kontribusi dari bisnis daring alias e-commerce, potensi pertumbuhan bisnis jasa kurir dan logistik bisa mencapai 30 persen," ucap Tony dikutip dari Tempo, Jumat (01/12/2017).Pertumbuhan itu disebabkan oleh maraknya pertumbuhan bisnis online, seperti dari industri rumahan yang memakai jasa kurir para anggota Asperindo. Tony menyebutkan, produk pakaian dan kerajinan tangan serta produk olahan makan kering menjadi andalan yang dikirim ke pelanggan saat ini.Selain dampak dari perkembangan bisnis e-commerce, akan beroperasinya beberapa proyek infrastruktur khususnya di bidang transportasi pada 2019, juga diperkirakan mampu memberi efek positif bagi peningkatan bisnis logistik.Beberapa ruas tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, seperti dikabarkan Okezone.com, Senin (31/12/2018) akan segera beroperasi pada 2019. Di antaranya jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) seksi VII Jakarta-Cikampek Elevated II, Pandaan-Malang, hingga Jakarta Outer Ring Road (JORR) II.Dengan dukungan infrastruktur di bidang transportasi, maka diharapkan bakal mampu menekan biaya logistik di Indonesia yang masih cukup tinggi.Seperti diketahui, data Logistic Performance Index (LPI) yang dirilis World Bank pada akhir 2018 menunjukkan performa industri logistik di Indonesia meningkat dengan menduduki peringkat 46 dari tahun sebelumnya yang menempati posisi ke-63. Meski begitu, di satu sisi pencapaian positif tersebut belum diimbangi dengan penurunan biaya logistik.Keberhasilan pemerintah dalam membangun berbagai proyek infrastruktur pendukung aktivitas logistik, seperti jalan tol, pelabuhan, atau tol laut diperkirakan akan mampu menekan biaya logistik."Kami sangat mendukung dibangunnya infrastruktur. Seperti pembangunan jalan tol, peningkatan sejumlah bandara, pembangunan tol laut, dan pengadaan kereta cepat. Itu tentu diharap dapat mempercepat proses distribusi logistik yang bisa menekan biaya ekonomi," tutur Pengamat Ekomomi Institute Pertanian Bogor Didin S Damanhuri kepada Indopos.co.id, Selasa (16/10/18).SELOG selaku anak usaha dari PT Serasi Autoraya (SERA) yang bergerak di sektor layanan logistik menjadi bagian dari industri yang menggairahkan ini. Dengan infrastruktur yang ada saat ini, SELOG berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat melalui beragam layanan.Beberapa layanan SELOG di antaranya contract logistics. Layanan ini sesuai untuk pelanggan yang ingin fokus pada kompetensi inti demi peningkatan keuntungan bisnis melalui layanan logistik terintegrasi dari perencanaan, implementasi, hingga proses monitoring.Silahkan cek laman ini untuk informasi lebih lanjut mengenai SELOG.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



