Tren Mobil Bekas 2019, SUV Diprediksi Mulai Naik Pamor

Animo masyarakat untuk membeli mobil bekas diprediksi masih tinggi pada 2019. Tapi, preferensi mereka akan bergeser dari jenis multi purpose vehicle (MPV) menja
Animo masyarakat untuk membeli mobil bekas diprediksi masih tinggi pada 2019. Tapi, preferensi mereka akan bergeser dari jenis multi purpose vehicle (MPV) menjadi sport utility vehicle (SUV) dan mobil kecil. Menurut Presiden Direktur mobil88 Halomoan Fischer, pergeseran tren ini sudah terjadi pada 2018. Sepanjang Januari-November 2018, penjualan mobil bekas MPV berkontribusi sebanyak 45 persen atau menurun 10 persen dari tahun sebelumnya. "Penurunan ini karena konsumen sudah mulai bergerak ke dua segmen tadi (SUV dan small car)," ucap Fischer. (JPNN.com, 18/12/2018 ). Menurut Fischer, masyarakat masa kini memiliki mobil bukan untuk kebutuhan ramai-ramai lagi, melainkan kepentingan individu. Mereka yang dulu minat terhadap segmen Avanza, Xenia dan sebagainya, mulai bergeser ke SUV yang dihuni Honda HR-V, Toyota Fortuner, Rush, hingga Mitsubishi Pajero Sport.Selain itu, pasar mobil bekas juga akan menuju ke ranah style dan mobil kecil seperti city car dan model LCGC. Jenis ini sudah memiliki fitur yang memberikan kenyamanan dalam ruang kabin. Penampilan yang lebih modern juga membuat masyarakat banyak mengalihkan perhatiannya ke jenis mobil ini.Selain itu, ada juga faktor keterbatasan lahan parkir di kota-kota besar yang membuat pengguna mobil mulai berpikir untuk menggunakan mobil-mobil berukuran mini. Sementara itu, mereka yang cenderung stylish pilihannya akan beralih ke SUV yang terlihat lebih keren.Berdasarkan catatan mobil88, tipe MPV masih mendominasi sebesar 45 persen. Berada di posisi berikutnya adalah mobil perkotaan (27 persen), dan SUV (15 persen). Sementara itu, kendaraan penumpang jenis sedan dan tipe mobil lain meraih 13 persen.Fischer menjelaskan, mobil bekas yang masih banyak dicari oleh konsumen adalah kendaraan dengan harga berkisar antara Rp 100 juta sampai Rp 200 juta. Untuk penjualan masih didominasi oleh wilayah Jakarta, Bandung, dan Surabaya.Terlepas dari itu, Fischer mengatakan, tingkat minat masyarakat untuk membeli mobil bekas masih tinggi. Penjualan mobil88 mengalami pertumbuhan lima persen sepanjang 2018 dibandingkan tahun sebelumnya. Selama periode Januari hingga awal Desember 2018 sudah menjual 21.000 unit.Fischer menambahkan, sebagian masyarakat masih melirik mobil bekas karena harga mobil baru yang jauh lebih mahal. Dari tahun ke tahun, penjualan mobil bekas pada akhir dan awal tahun meningkat. Oleh sebab itu, mobil88 memberikan program khusus untuk konsumen yang ingin membeli mobil bekas periode 18 Desember hingga 18 Januari 2019 melalui program Astralavista di seluruh showroom mobil88.Melalui Astralavista, setiap konsumen akan mendaptkan cashback hingga Rp 10 juta. Menurut Fischer, jumlah penerimaan cashback juga tidak terbatas. "Artinya, semua konsumen yang membeli mobil bekas pada periode itu akan mendapat cashback meski pembelian dilakukan kredit maupun tunai," ujar Fischer saat acara Ngobras di Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018). Fischer berharap promo ini dapat membantu masyarakat untuk mewujudkan keinginan memiliki kendaraan idaman dengan beli mobil bekas. Berada di bawah naungan PT Serasi Autoraya (SERA), showroom mobil88 terbuka untuk siapa pun yang ingin membeli mobil bekas berkualitas. Hingga saat ini, 20 cabang showroom mobil88 telah tersebar di kota-kota besar Indonesia.Sebagai showroom yang telah berpengalaman selama lebih dari 30 tahun, mobil88 berani memberikan jaminan buyback guarantee mencakup mobil bukan bekas tabrakan atau terendam banjir. Selain itu, nomor rangka dan mesin dijamin sesuai STNK serta BPKB. Odometer pun tidak diputar balik.Silahkan klik laman ini untuk informasi lebih lengkap mengenai layanan mobil88.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



