Jenis dan Tipe Mobil Paling Laris di Balai Lelang

Jenis dan Tipe Mobil Paling Laris di Balai Lelang

Balai lelang kini sudah mulai dipertimbangkan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kendaraan bekas berkualitas. Cara belanja ini biasanya dipakai ora

Balai lelang kini sudah mulai dipertimbangkan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kendaraan bekas berkualitas. Cara belanja ini biasanya dipakai orang agar bisa mendapatkan kendaraan dengan harga murah dari mobil bekas namun dengan kondisi mesin lebih baik. Balai Lelang Serasi IBID melaporkan, kendaraan low multi purpose vehicle (LMPV) menjadi mobil paling favorit di balai lelang. Ini terlihat dari mudahnya penjualan Toyota Avanza dan Xenia yang tidak membutuhkan waktu lama untuk terjual di tiap acara lelang. Paling baru satu kali lelang sudah terjual. Kalau yang susah itu sedan, sepertinya kurang menyerap pasarnya. Harus dua tiga kali lelang baru laku,” ucap Presiden Direktur IBID-Balai Lelang Serasi, Daddy Doxa Manurung. (Kompas.com, 10/1/2019). Kondisi ini juga disampaikan balai lelang lain. Seperti pasar model baru, model MPV atau mobil multiguna jadi teratas. Sepanjang 2018 mobil yang paling banyak diminati dari LMPV yakni Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Itu beserta turunan tipenya,” tulis Kompas.com. Dari total penjualan mobil bekas 2018 sebanyak 16.924 unit, Xenia menduduki peringkat pertama dalam pencarian mobil bekas. Untuk Avanza berhasil terjual 30 persen dari total penjualan mobil bekas tahun lalu dengan Xenia menduduki peringkat kedua dengan 1.596 unit. Tren mobil kecil atau low cost green car (LCGC) juga mulai banyak dilirik di balai lelang. Kemunculan model mobil terbaru turut membantu menggairahkan balai lelang mobil bekas. Konsumen di Indonesia, seperti dikutip dari Liputan6.com  (12/7/2018), yang mengikuti lelang lebih menyukai barang-barang yang dijual dengan range harga Rp100 juta. Secara umum, pasar lelang mobil bekas bertumbuh meski terbilang kecil. Sepanjang 2018, Deddy menyebutkan, sebanyak 16.924 unit mobil bekas dan 9.512 unit motor bekas berhasil terjual melalui proses lelang.  Hasil ini naik 34 persen dari capaian 2017 yang menjual 11.055 unit mobil bekas dan 2.017 unit motor bekas. Peningkatan penjualan melalui sistem lelang membuktikan peningkatan tingkat kepercayaan dan edukasi masyarakat terhadap lelang otomotif. Sementara itu, di IBID, tahun 2018 ditutup dengan penjualan mobil hingga 24.000-an. Total tersebut naik sekitar 4.000-an unit dari 2017. Meski pertumbuhannya kecil, ia optimistis industri ini masih bisa bertumbuh. Menurut Daddy, tantangan yang dihadapi tahun lalu adalah banyaknya pola promo potongan harga yang diterapkan pada produk mobil baru. Ini membuat pasar mobil bekas beririsan tipis secara harga dengan produk mobil baru tersebut. Di sisi lain, kebiasaan untuk mendapatkan mobil bekas melalui lelang juga belum terlalu banyak. Ini membuat tantangan di masa depan bagi penyelenggara lelang untuk memperkenalkan proses lelang semakin luas “Selain itu ada juga pertumbuhan balai lelang khusus otomotif. Ini jadi tantangan ke depan. Pengenalan balai lelang di tahun ini bisa diperluas hingga ke daerah-daerah. Selama ini di Jakarta paling banyak pengadaan lelangnya. Kita targetkan tahun 2019 tumbuh 15 persen,” ucap Daddy. Berdiri sejak tahun 2007, IBID merupakan anak perusahaan PT.Serasi Auto Raya yang bernaung dibawah bendera Grup Astra. Siapapun dapat berpartisipasi menjadi peserta dalam lelang, baik perusahaan ataupun perorangan, dari pembelian skala besar hingga pembelian secara satuan. IBID selalu mengadakan lelang rutin setiap minggu di lebih dari 10 kota besar, dan hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 30 kota lelang di Indonesia. Hingga akhir 2016, sekitar 27.000 kendaraan roda empat telah terjual melalui lebih dari 500 lelang setiap tahun.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag