Penyesuaian Rental Mobil terhadap Regulasi E-Tilang

Penerapan tilang elektronik (e-tilang) membuat pelaku usaha rental mobil menerapkan strategi penyesuaian, salah satunya, dilakukan para pengusaha rental d
Penerapan
tilang elektronik (e-tilang) membuat pelaku usaha rental mobil menerapkan
strategi penyesuaian, salah satunya, dilakukan para pengusaha rental di Solo
yang tergabung dalam Asosiasi Rental Mobil Solo (Aremso).
Sekretaris
asosiasi, Adji Atmodiwiryo, mengatakan para pengusaha sewa mobil di Solo akan
memberikan sosialisasi mengenai e-tilang kepada seluruh calon penyewa. Termasuk
untuk menanamkan pemahaman mengenai risiko ketika mendapat surat tilang, di
mana mereka harus menanggung sendiri biaya yang dikeluarkan untuk tilang
tersebut.
Menurut
Adji, sosialisasi tidak hanya dilakukan untuk konsumen baru, juga customer yang sifatnya rekanan serta
pelanggan lama. Khususnya, kepada konsumen yang menyewa mobil tanpa driver atau lepas kunci. "Untuk customer yang tanpa driver tersebut pembayaran dilakukan di depan 100 persen, disertai
perjanjian jika ada tagihan biaya tilang yang harus ditanggung sendiri,"
katanya. (TribunSolo.com, 21/2/2019).
Pemilik
rental mobil di Surakarta, Oki Orlando, seperti dikutip dari TribunJateng.com, (14/2/2019).menuturkan,
kebijakan e-tilang memang sedang diperbincangkan di kalangan teman-teman
pengusaha rental sejak diberlakukan beberapa waktu lalu. Khususnya, masalah tanggung
jawab setelah kunci dan kendaraan dikembalikan ke pengusaha rental. Terlebih,
tidak sedikit penyewa berasal dari luar kota juga yang menyulitkan proses
konfirmasi.
Pengusaha
rental mobil asal Karanganyar, Aloysius Saptoto, menjelaskan bahwa kecemasan
para pengusaha bukan tanpa sebab. Surat pemberitahuan tilang biasa dikirimkan
selang beberapa hari dari pengembalian kendaraan oleh penyewa. Otomatis,
pemilik kendaraan tidak tahu apakah penyewa melanggar aturan lalu lintas
seperti melanggar rambu lalu lintas atau marka jalan.
Persoalan
lain yang bisa muncul menurut Saptoto yaitu kesulitan pemilik rental mobil
menagih biaya tilang kepada pihak penyewa. Apalagi biasanya penyewa kendaraan
sudah tidak berhubungan dengan pengusaha setelah pengembalian mobil. “Ya
bisanya kami bikin penyesuaian aturan pinjam meminjam atau sewa mobil,” ucapnya
(Solopos.com, (20/2/2019).
Penerapan
e-tilang sudah berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia dalam waktu
berbeda-beda. Sementara di Solo baru berlangsung pada awal tahun, e-tilang
telah diaplikasikan di Jakarta sejak November 2018. Meski begitu, tujuannya
sama, yaitu meningkatkan kedisiplinan pengendara.
Menurut
data kepolisian, penerapan e-tilang diklaim berhasil menurunkan jumlah
pelanggaran lalu lintas di Jakarta. Bahkan, berdasarkan data yang
diinformasikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol
Yusuf, jika dibandingkan dengan tahun lalu diperiode yang sama, terjadi
penurunan hingga 70 persen.
"Pelanggaran
lalu lintas biasanya 250 pelanggar per hari, sekarang menjadi 25
pelanggar," ucap Yusuf seperti dilansir laman NTMCPolri, Kamis
(14/3/2019).
Yusuf
menilai, mekanisme tilang tersebut berhasil memberikan efek jera kepada
pengguna kendaraan bermotor yang melintas di kedua jalan tersebut. Ia berharap
tidak hanya di jalan itu tetapi berlaku juga untuk di wilayah lain agar tertib
berlalu lintas.
"Setiap
hari pelanggar lalu lintas sudah mulai menurun dan semakin dipahami oleh
pengguna jalan. Pada saat pertama-pertama E-TLE diterapkan pada November jumlah
pelanggaran sampai 300 sehari, sekarang sudah jauh menurun," ujar Yusuf,
dikutip dari Kompas.com.
TRAC, salah
satu lini bisnis PT Serasi Autoraya (SERA) yang menyediakan layanan penyewaan
transportasi terpercaya berupaya mendukung kebijakan pemerintah termasuk
pemberlakuan e-tilang.
TRAC hadir
dengan ketersediaan kendaraan beragam tipe yang menawarkan layanan prima serta
servis berkualitas. Layanan ini dapat dinikmati oleh konsumen individu dan
korporasi. TRAC dapat menjadi pilihan ideal yang akan memenuhi kebutuhan
transportasi masyarakat setiap waktu.
Sampai saat
ini, jumlah armada yang disediakan TRAC sekitar 40.000 unit meliputi SUV, MPV
hingga bus. TRAC juga menyediakan layanan sesuai kebutuhan, yaitu lepas kunci
(tanpa pengemudi) atau sewa mobil dengan pengemudi.
Dengan
perawatan rutin, seluruh mobil TRAC dipastikan dalam kondisi siap pakai. Selain
itu TRAC yang selalu mengutamakan persoalan keamanan dan kenyamanan konsumennya
juga memberikan asuransi perjalanan untuk semua konsumen.
Cek
halaman ini untuk informasi lebih
detail mengenai TRAC.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



