Tren Belanja Online Ciptakan Peluang Agen Bisnis Agen Logistik

Tren Belanja Online Ciptakan Peluang Agen Bisnis Agen Logistik

Kementerian Komunikasi dan Informasi menyebutkan, pada 2018 ada sekitar 30 juta pembeli online di Indonesia. Jumlah pembeli online terus mengalami pertumb

Kementerian Komunikasi dan Informasi menyebutkan, pada 2018 ada sekitar 30 juta pembeli online di Indonesia. Jumlah pembeli online terus mengalami pertumbuhan tiap tahun kurang lebih 12 persen. Bahka, terkait ekonomi digital di Asia Tenggara, Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasar e-commerce di regional, demikian sebut Google-Temasek. Pada 2018, skala pasar e-commerce Indonesia bisa tembus US$12,2 miliar. Nilai itu jauh lebih tinggi ketimbang Thailand yang berada di posisi kedua senilai US$3 miliar, sedangkan Vietnam yang bertengger di posisi ketiga senilai US$2,8 miliar.  Tren belanja online tersebut menciptakan peluang bisnis di berbagai sektor, termasuk logistik. Tidak sedikit pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan tren serba digital dengan menjadi agen logistik. Salah satunya Sanal Riyadi, pelaku usaha bisnis logistik berbasis Jakarta. Meski baru berjalan kurang dari dua tahun, omzet bisnis Sanal sudah mencapai Rp 40 juta per tahun. “Sudah ada beberapa karyawan untuk administrasi, kurir dan juga beberapa armada transportasi untuk pick up barang,” katanya. (BeritaSatu.com, 12/3/2019). Riyadi mengawali bisnisnya setelah melihat sang kakak yang gemar berbelanja online. Pada Juli 2017, ia memutuskan berhenti dari tempat kerjanya dan membuka usaha. Saat itu, ia hanya berbekal modal deposit Rp 1 juta, tempat usaha dan peralatan dasar seperti komputer, jaringan internet serta keperluan lain. Peluang bisnis agen logistik juga ditekuni Maria Amanda. Berawal dari sering berbelanja melalui situs e-commerce dan media sosial, ia memutuskan terjun ke bisnis jasa pengiriman pada April 2017. Kini, ia sudah ekspansi dan memiliki lebih dari satu kios. Dari awal mendapat paket kiriman lima kilogram per hari, kini kiriman yang harus ditangani Maria sudah mencapai ratusan kilogram per hari. Tidak hanya pengiriman produk dari situs belanja, juga dari kebutuhan banyak perusahaan untuk mengirimkan dokumen. “Pengiriman paket dan dokumen itu pasti setiap saat dibutuhkan, kemudian sifatnya juga kontinu,” katanya. (Okezone.com, 18/3/2019). Sektor logistik diprediksi terus memiliki prospek cerah seiring dengan perkembangan pesat ekonomi digital. Kebutuhan jasa pengiriman diperkirakan meningkat selaras dengan geliat bisnis online. Oleh karena itu, agen logistik masih menjadi peluang yang besar. Modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha agen kurir antara lain, tempat usaha yang strategis, komputer, printer, dan paket perlengkapan promosi seperti, banner dan sebagainya. Bergerak di bidang jasa logistik, SELOG selaku anak perusahaan PT Serasi Autoraya (SERA) menjadi bagian dari industri yang berkontribusi atas peluang tersebut. SELOG selalu berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat melalui berbagai layanan yang prima. Melalui layanan lengkap, SELOG yang masih berafiliasi dengan Astra mampu memenuhi kebutuhan terkait logistik. SELOG menyediakan solusi layanan logistik mencakup layanan logistik berdasarkan kontrak, layanan pengiriman barang, pengelolaan pergudangan dan freight forwarding melalui jalur transportasi darat, laut dan udara secara menyeluruh, serta didukung oleh layanan SELOG Express untuk pengiriman dokumen dan paket. Cek halaman berikut untuk informasi detail mengenai SELOG.

Share this:

Artikel Selanjutnya

Tag