Begini Cara Menggunakan Jalur Darurat di Jalan Tol

Jalan tol biasanya memiliki jalur darurat yang berada di paling kiri lajur jalan tol atau sering juga disebut dengan bahu jalan. Ini memang disiapkan untuk ru
Jalan tol biasanya memiliki jalur darurat
yang berada di paling kiri lajur jalan tol atau sering juga disebut dengan bahu
jalan. Ini memang disiapkan untuk ruang berhenti darurat, tapi kenyataannya
masih banyak pengguna jalan tol yang malah menggunakannya sebagai jalan
alternatif saat terjebak macet.
Jalur darurat di jalan tol ini ternyata memiliki
cara penggunaan agar tetap aman, utamanya bagi diri sendiri dan kendaraan lain
di sekitar. Jika mobil Anda mengalami kendala baiknya menurunkan kecepatan
sesegera mungkin lalu aktifkan lampu hazard, sembari meminggirkan kendaraan
dengan berhati-hati sampai ke bahu jalan di paling kiri ini.
Saat Anda berhenti di jalur darurat ini
sebaiknya jangan matikan lampu hazard, karena ini sebagai penanda bagi mobil
lain di belakang Anda jika kendaraan Anda sedang bermasalah di bahu jalan.
Kemudian, Anda juga harus memasang tanda segitiga pengaman yang menjadi salah
satu syarat wajib di mobil Anda. Pasalnya penggunaan segitiga pengaman di
belakang kendaraan ini sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Tata Cara Pasang Segitiga Pengaman
Namun, tata cara memasangnya harus benar
dan tidak boleh sembarangan. Ada jarak khusus yang perlu diperhatikan ketika
memasang segitiga pengaman yang disesuaikan dengan kondisi jalan dan rata-rata
kecepatan kendaraan yang melintas. Tujuannya juga untuk memberikan kesempatan
pengemudi lain untuk menganalisa keberadaan Anda dan untuk bereaksi ketika
dibutuhkan.
Jika berada di jalan non-tol, pemasangan
segitiga pengaman ini minimal 30 meter di belakang kendaraan. Jarak ini cukup
untuk mengantisipasi kendaraan dengan rata-rata kecepatan 60 km/jam. Mengapa 30
meter? Karena saat kendaraan melaju 60 km/jam, dan pengemudi melakukan
pengereman mendadak setelah mengidentifikasi segitiga, itu membutuhkan jarak
32-34 meter sampai kendaraan berhenti.
Berbeda jika di jalan tol, paling tidak
minimal pemasangan segitiga pengaman ini harus berjarak 50 meter. Pasalnya
mengingat rata-rata kecepatan mobil di jalan tol itu biasanya di kecepatan 80
km/jam. Karena kendaraan dengan kecepatan 80 km/jam, memerlukan jarak berhenti
sekitar 44-45 meter sejak mereka melihat menyadari ada segitiga pengaman.
Selain menentukan jarak pemasangan segitiga
pengaman, etika lain yang harus dipatuhi ketika mobil berhenti di bahu jalan
ini adalah penumpang tidak berkeliaran di belakang mobil atau di samping kanan
mobil yang sejajar dengan badan jalan.
Sebaiknya jika ada penumpang yang ikut
turun dan menunggu, lebih baik menunggu di bagian depan mobil dan di sisi kiri.
Dengan begitu, penumpang Anda dapat tetap aman menunggu tanpa mengganggu
pengguna jalan tol lain yang tentu dapat membahayakan bagi semuanya.
Jalan tol atau jalan bebas hambatan memang
menjadi infrastruktur yang sangat penting dalam sistem transportasi di semua
Negara, termasuk Indonesia. Bicara tentang system transportasi, berikut ini “5 negara yang memiliki sistem transportasi terbaik di Dunia”
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



