Dampak Virus Corona, Merosotnya Penjualan Mobil di China

Penyebaran virus Corona di China tidak hanya membuat ketakutan bagi warga dunia, tapi dampak virus mematikan ini juga memberikan efek kepada industri otomotif
Penyebaran virus Corona di China tidak
hanya membuat ketakutan bagi warga dunia, tapi dampak virus mematikan ini juga
memberikan efek kepada industri otomotif terutama terhadap jumlah penjualan mobil.
Negara China selama ini merupakan pasar otomotif terbesar di dunia, tercatat hanya
kurang dari 2 juta unit mobil terjual pada Januari 2020 lalu.
Berdasarkan data China Passenger Car
Association (CPCA) mengatakan kondisi saat ini telah menghantam pasar mobil di
China. Penjualan mobil di China pada Januari 2020 turun 18% dibanding Januari
tahun lalu. Bulan Januari tahun ini, China hanya menjual 1,94 juta unit mobil.
Bahkan di periode 16 hari pertama bulan
Februari penjualan mobil di China hanya mencapai angka 4.909 unit. Padahal di
periode yang sama tahun 2019, penjualan mobil dapat mencapai angka 59,930 unit.
Asosiasi itu mengatakan virus corona Covid-19 akan memberikan kejutan besar
bagi industri mobil.
"Sangat sedikit jaringan diler yang
beroperasi di minggu-minggu pertama bulan Februari dan calon pelanggan pun
sangat sedikit," tulis pernyataan dari CPCA.
CPCA memperkirakan dampaknya akan lebih
buruk daripada saat epidemi SARS 2003 melanda. Pertumbuhan penjualan mobil di
Cina melambat menjadi 13% pada April dan 8% pada Mei 2003 saat SARS menyerang.
Selain itu wabah corona ini juga mengganggu
rantai pasokan otomotif di China. Banyak pabrik mobil di China ditutup selama
berminggu-minggu. Para ahli khawatir, pabrik mobil di seluruh dunia dapat terhenti
jika pemasok suku cadang dari China juga ditutup.
Penjualan mobil di China pada semester
pertama diprediksi akan turun sebesar 10 persen dibanding tahun lalu di periode
yang sama. Sedangkan dalam tahun 2020 ini diperkirakan akan merosot sebanyak 5
persen. Prediksi itu didapat dengan catatan virus corona bisa dibatasi
penyebarannya sebelum bulan April.
Beijing Auto Show Yang Diundur Karena
Corona
Salah satu cara mengatasi penjualan mobil
adalah dengan mengadakan pameran otomotif seperti Beijing Autoshow yang selalu
diselenggarakan di bulan April setiap tahunnya. Tapi dengan adanya corona ini,
penyelenggara Beijing Autoshow menyatakan akan mengundur perhelatan otomotif
terbesar di dunia ini. Penyelenggara menyatakan akan menunda Beijing Autoshow
hingga waktu yang belum bisa ditentukan akibat virus Corona.
Padahal Beijing Autoshow kerap menjadi
tempat World Premier para pabrikan otomotif dunia. Karena China merupakan salah
satu pasar otomotif terbesar di dunia saat ini. Tidak hanya pabrikan China
sendiri, pabrikan dunia pun berebut untuk bisa memperkenalkan produk mereka
pertama kalinya di dunia pada ajang tersebut.
Meski begitu, industri otomotif China tentu
akan menyiapkan strategi menjaga pasar tahun 2020 tidak terjun jauh dari tahun
sebelumnya. Di tahun 2019 China berhasil memasarkan 25 juta kendaraan di sana.
Untuk menyiasati buruknya pasar di awal tahun ini, para pemegang merek akan
memperkenalkan beberapa model baru sebagai stimulus pasar.
Selain penjualan mobil yang merosot tajam,
dampak virus corona juga berpengaruh terhadap industri otomotif itu sendiri,
untuk lebih lengkapnya, baca di “Dampak Virus Corona Bagi Industri OtomotifChina dan Dunia”.
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



